KreAsik – 20 Juni 2026 | Perusahaan teknologi Meta saat ini menghadapi krisis moril yang parah. Setelah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 8.000 karyawan pada Mei 2026, perusahaan juga memindahkan sekitar 7.000 karyawan ke unit kecerdasan buatan (AI) tanpa memberikan mereka kebebasan untuk memilih. Hal ini menyebabkan karyawan merasa tidak dihargai dan kehilangan semangat kerja.
Nikita Bier, kepala produk di X, melihat kesempatan ini untuk merekrut talent-talent yang merasa terlantar di Meta. Ia membuat postingan publik yang menawarkan pekerjaan kepada insinyur web dan data, serta ilmuwan data. Yang menarik, Bier tidak menawarkan gaji yang tinggi, melainkan snack yang lebih baik. Ia berjanji bahwa X akan menyaingi atau mengungguli anggaran snack yang ditawarkan oleh Meta.
Meta sendiri telah berusaha untuk meningkatkan anggaran snack mereka setelah krisis moril melanda. Namun, upaya ini tampaknya tidak cukup untuk meningkatkan semangat karyawan. Bier menyatakan bahwa X akan menawarkan snack yang lebih baik dan lingkungan kerja yang lebih positif. Ia juga menekankan bahwa X memiliki budaya perusahaan yang lebih sehat dan lebih menghargai karyawan.
Baca Juga:
Krisis moril di Meta bukan hanya disebabkan oleh PHK dan perpindahan karyawan ke unit AI. Banyak karyawan yang merasa bahwa perusahaan telah kehilangan visi dan misinya. Mereka merasa bahwa perusahaan lebih fokus pada keuntungan daripada pada kesejahteraan karyawan. Bier menyatakan bahwa X memiliki visi yang jelas dan berfokus pada kebahagiaan karyawan.
Dalam beberapa bulan terakhir, X telah merekrut beberapa talent dari Meta. Bier menyatakan bahwa X akan terus merekrut karyawan yang berbakat dan bersemangat. Ia juga menekankan bahwa X akan terus berinovasi dan meningkatkan lingkungan kerja untuk meningkatkan kebahagiaan karyawan.
Kesimpulan dari krisis moril di Meta adalah bahwa perusahaan harus lebih fokus pada kesejahteraan karyawan. Mereka harus menyadari bahwa karyawan adalah aset yang paling berharga dan harus dihargai. X telah menunjukkan bahwa dengan menawarkan snack yang lebih baik dan lingkungan kerja yang lebih positif, mereka dapat merekrut talent-talent yang berbakat dan bersemangat.




