Mengapa Mahasiswa Menghindari Jurusan Ilmu Komputer karena Kekhawatiran AI

Author Image

Terbit

21 Juni 2026, 17:19 WIB

Mengapa Mahasiswa Menghindari Jurusan Ilmu Komputer karena Kekhawatiran AI
Mengapa Mahasiswa Menghindari Jurusan Ilmu Komputer karena Kekhawatiran AI

KreAsik – 21 Juni 2026 | Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mahasiswa saat ini mulai menghindari jurusan ilmu komputer karena kekhawatiran akan penggantian pekerjaan oleh mesin pembelajaran (AI). Menurut laporan dari Goldman Sachs, pendaftaran mahasiswa di jurusan ilmu komputer dan programing mengalami penurunan lebih dari 10% pada tahun akademik 2025-2026.

Penurunan ini merupakan bagian dari perubahan besar dalam dunia pendidikan tinggi. Sekarang, mahasiswa, perusahaan, dan bahkan sekolah bisnis mulai menilai gelar akademik berdasarkan kemampuan untuk bertahan dari automatisasi.

Beberapa universitas telah mengalami penurunan pendaftaran mahasiswa di jurusan ilmu komputer. Misalnya, Arizona State University mengalami penurunan pendaftaran mahasiswa di program ilmu komputer sebesar 14% antara tahun akademik 2024-2025. Sementara itu, Washington University in St. Louis mengalami penurunan pendaftaran mahasiswa di jurusan ilmu komputer sebesar 16% dalam dua tahun terakhir.

Penelitian Goldman Sachs menunjukkan bahwa jurusan ilmu komputer, statistik, dan bisnis kuantitatif memiliki risiko penggantian pekerjaan tertinggi. Sementara itu, jurusan farmasi, perawat, dan pendidikan memiliki risiko penggantian pekerjaan paling rendah.

Para ahli percaya bahwa penurunan pendaftaran mahasiswa di jurusan ilmu komputer disebabkan oleh kekhawatiran akan penggantian pekerjaan oleh mesin AI. Sementara itu, jurusan-jurusan lain yang tidak terlalu terpapar oleh AI masih populer di kalangan mahasiswa.

Para ahli juga percaya bahwa teknologi AI akan mengubah banyak pekerjaan, bukan menghapusnya sepenuhnya. Bahkan, World Economic Forum memprakirakan bahwa AI dapat menciptakan 170 juta pekerjaan baru pada tahun 2030.

Jadi, mengapa mahasiswa saat ini mulai menghindari jurusan ilmu komputer? Jawabannya terletak pada kekhawatiran akan penggantian pekerjaan oleh mesin AI. Namun, para ahli juga percaya bahwa teknologi AI akan membawa banyak perubahan positif dalam dunia kerja.

Sekarang, mahasiswa harus memilih jurusan yang tepat untuk masa depan mereka. Mereka harus mempertimbangkan risiko penggantian pekerjaan oleh AI dan kemampuan untuk bertahan dari automatisasi.

Related Post

Terbaru