KreAsik – 17 Juni 2026 | Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) telah meminta pengadilan federal untuk membatalkan gugatan atas nama Clean Air Act yang diajukan terhadap xAI, dengan alasan bahwa menutup turbin gas perusahaan tersebut akan mengancam keamanan nasional.
Gugatan tersebut diajukan oleh National Association for the Advancement of Colored People (NAACP) pada bulan April, dengan klaim bahwa xAI telah menjalankan 27 turbin gas tanpa izin yang tepat untuk memasok pusat data Colossus 2 di dekat Memphis, Tennessee.
DOJ berpendapat bahwa menutup turbin gas xAI akan mengancam keamanan nasional, ekonomi, dan energi Amerika Serikat. Cameron Stanley, kepala digital dan AI Departemen Pertahanan, menyatakan bahwa model AI Grok adalah salah satu dari empat model yang disetujui untuk jaringan Rahasia dan Top Rahasia.
Baca Juga:
Kasus ini memiliki dampak yang luas, tidak hanya untuk xAI tetapi juga untuk SpaceX, yang telah mengakuisisi xAI pada bulan Februari dengan nilai sekitar $1,25 triliun. Dukungan DOJ terhadap xAI dapat memperkuat posisi SpaceX di bidang pertahanan dan AI.
Namun, kasus ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang preceden yang berisiko, karena pelabelan infrastruktur swasta sebagai aset keamanan nasional dapat memungkinkan perusahaan AI lain untuk menghindari aturan lingkungan dan lokal.
Kesimpulan dari kasus ini masih belum jelas, karena masih ada gugatan lain yang diajukan terhadap xAI dan SpaceX. Namun, dukungan DOJ terhadap xAI telah meningkatkan tekanan pada pihak yang terkait untuk menemukan solusi yang adil dan memenuhi kebutuhan keamanan nasional serta kepedulian lingkungan.




