KreAsik – Analisis terbaru menunjukkan bahwa token NEXO kembali memasuki fase pendinginan volume, sebuah pola yang sebelumnya menandai dua lonjakan harga signifikan pada tahun 2023. Pada saat volume perdagangan menurun, tekanan jual tampak melunak, memberikan ruang bagi pembeli untuk kembali masuk ke pasar.
Pengamat pasar kripto, yang dikenal dengan nama Darkfost, mengamati bahwa fase pendinginan ini mencerminkan berkurangnya agresivitas penjual. Dalam konteks koreksi yang sedang berlangsung, sinyal ini dapat menjadi indikator awal pergeseran sentimen pasar. Menurutnya, volume merupakan alat yang ampuh untuk menilai kekuatan tren yang sedang berlangsung serta mengidentifikasi perubahan dinamika pasar.
Sejarah mencatat dua momen penting ketika pola serupa muncul. Pada bulan Mei 2023, NEXO diperdagangkan di sekitar $0,60 sebelum mengalami lonjakan hampir 150% hingga mencapai $1,50. Pada saat itu, volume perdagangan kemudian beralih ke fase yang lebih panas, menandai akhir dari gelombang pertama. Kemudian, pada bulan September 2023, pola pendinginan volume kembali terdeteksi, diikuti oleh rally sekitar 65% dalam beberapa minggu berikutnya. Kedua peristiwa tersebut menghasilkan kenaikan nilai yang signifikan bagi para pemegang token.
Baca Juga:
Namun, kondisi pasar saat ini berbeda dengan 2023. Sentimen global masih rapuh, dipengaruhi oleh ketidakpastian makroekonomi dan ketegangan geopolitik yang terus berlangsung. Oleh karena itu, hanya mengandalkan sinyal pendinginan volume saja belum cukup untuk menjamin terjadinya pergerakan harga yang berkelanjutan. Darkfost menekankan bahwa konfirmasi tambahan diperlukan, seperti kembalinya volume beli secara bertahap dan perbaikan momentum harga secara keseluruhan.
Pada akhir April 2026, NEXO mengalami penurunan lebih dari 15% dari level tertinggi tahunannya, beroperasi di sekitar $0,91 dengan kenaikan kecil sebesar 1,4% dalam 24 jam terakhir. Meskipun demikian, token tersebut masih berada di zona harga yang secara historis menjadi titik balik bagi pergerakan bullish selanjutnya.
- Polanya: Pendinginan volume diikuti oleh fase volume panas.
- Rebound 2023: May – 150% rally; September – 65% rally.
- Faktor eksternal: Sentimen makro, geopolitik, likuiditas pasar.
Ke depan, fokus utama akan berada pada apakah volume beli dapat kembali meningkat secara konsisten. Jika hal ini terjadi bersamaan dengan pemulihan momentum harga, kemungkinan besar pola historis dapat terulang, memberikan peluang bagi investor untuk meraih keuntungan. Sebaliknya, bila tekanan jual tetap kuat dan volume tidak menunjukkan pemulihan, sinyal pendinginan ini mungkin hanya menjadi catatan teknis tanpa implikasi harga yang berarti.
Secara keseluruhan, sinyal pendinginan volume NEXO tetap menjadi titik perhatian bagi trader dan analis. Kombinasi antara data historis, kondisi makroekonomi, dan perilaku pasar terkini akan menentukan apakah pola ini akan kembali memicu rally besar atau tetap menjadi anomali teknis.




