Saham PT Bumi Resources (BUMI) Turun, Investor Asing Jual Rp 700 Miliar dalam 7 Hari; BNI Sekuritas Tetap Rekomendasikan

Author Image

Terbit

23 April 2026, 05:04 WIB

Saham PT Bumi Resources (BUMI) Turun, Investor Asing Jual Rp 700 Miliar dalam 7 Hari; BNI Sekuritas Tetap Rekomendasikan
Saham PT Bumi Resources (BUMI) Turun, Investor Asing Jual Rp 700 Miliar dalam 7 Hari; BNI Sekuritas Tetap Rekomendasikan

KreAsik – Pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan pada minggu pertama April 2026. PT Bumi Resources Tbk (BUMI), perusahaan tambang patungan antara Grup Salim dan Bakrie, mengalami tekanan penjualan yang signifikan dari kalangan investor asing. Selama periode 13 hingga 21 April 2026, total nilai jual bersih atau net sell mencapai Rp 700,3 miliar. Angka ini mencerminkan aksi jual yang konsisten selama tujuh hari perdagangan berturut‑turut.

Data yang dirilis oleh bursa menunjukkan bahwa tekanan penjualan tidak hanya terbatas pada satu hari, melainkan tersebar merata sepanjang minggu. Rata‑rata volume penjualan harian mencapai lebih dari Rp 100 miliar, menandakan kurangnya kepercayaan investor asing terhadap prospek jangka pendek PT Bumi Resources. Salah satu faktor yang memicu aksi jual adalah keputusan MSCI untuk menunda rebalancing saham Indonesia pada bulan Mei 2026, sehingga BUMI tidak termasuk dalam indeks MSCI yang biasanya menarik aliran dana institusional global.

Di sisi lain, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak sideways pada perdagangan Rabu, 22 April 2026. Analisis BNI Sekuritas mencatat bahwa IHSG ditutup melemah 0,46% pada Selasa, 21 April, namun disertai aksi beli saham oleh investor asing sebesar Rp 243 miliar. Saham‑saham yang paling banyak dibeli antara lain EMAS, BNBR, INDY, BULL, dan UNTR. Meskipun tekanan penjualan pada BUMI, BNI Sekuritas tetap menempatkan saham PT Bumi Resources dalam daftar rekomendasi saham harian bersama CUAN, MBMA, dan BRMS.

Berikut rangkuman utama yang perlu diperhatikan investor:

  • Net sell asing: Rp 700,3 miliar selama 13‑21 April 2026.
  • Alasan utama: Penundaan rebalancing MSCI, kekhawatiran terhadap harga komoditas, serta eksposur geopolitik di sektor pertambangan.
  • Rekomendasi BNI Sekuritas: BUMI tetap masuk dalam watchlist dengan target harga menengah hingga panjang, mengingat fundamental jangka panjang yang kuat.
  • Pergerakan IHSG: Diprediksi sideways, dengan support di level 7.450‑7.500 dan resistance di 7.570‑7.600.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa harga saham BUMI berada di zona resistance sekitar Rp 1.350 per lembar, sementara support terdekat berada di Rp 1.200. Volume perdagangan harian terus berada di atas rata‑rata harian, mengindikasikan likuiditas yang tetap terjaga meskipun terjadi aksi jual besar.

Dari perspektif fundamental, PT Bumi Resources mencatat produksi batu bara yang stabil, serta diversifikasi ke mineral non‑ferro. Pendapatan perusahaan pada kuartal kedua 2025 mengalami pertumbuhan 4,5% YoY, meski margin laba bersih tertekan oleh fluktuasi harga komoditas. Manajemen menegaskan komitmen untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengejar peluang ekspansi di luar negeri.

Investor ritel di dalam negeri sebaiknya memperhatikan sinyal pasar internasional serta kebijakan regulator. Jika tekanan jual asing berlanjut, kemungkinan harga BUMI dapat menembus support kritis dan menguji level Rp 1.100. Namun, bila sentimen global kembali membaik dan MSCI mengaktifkan kembali rebalancing, saham ini berpotensi mendapatkan aliran dana baru yang signifikan.

Secara keseluruhan, meskipun PT Bumi Resources menghadapi tekanan penjualan asing yang besar, rekomendasi positif dari BNI Sekuritas menunjukkan keyakinan atas prospek jangka panjang perusahaan. Investor disarankan melakukan analisis risiko secara menyeluruh dan menyesuaikan posisi sesuai dengan toleransi volatilitas masing‑masing.

Related Post

Terbaru