Kreasik — Harga Pi Network (PI) menunjukkan pergerakan positif dengan kenaikan 1,30% dalam 24 jam terakhir, sejalan dengan penguatan pasar kripto secara umum yang mencatat rata-rata kenaikan 1,69%. Namun, tren jangka panjang aset digital ini masih berada di bawah tekanan signifikan, terlihat dari penurunan 27,87% dalam 30 hari dan 54,06% dalam 90 hari terakhir. Kenaikan singkat ini diyakini dipicu oleh tiga faktor utama: rencana integrasi standar pembayaran global ISO 20022, peluncuran fitur P2P lending, serta sinyal teknikal yang mengindikasikan potensi pemulihan.
Langkah Strategis Pi Network Menuju Ekosistem Finansial Global

Pi Network baru-baru ini mengonfirmasi niatnya untuk berintegrasi dengan ISO 20022, sebuah standar global yang mengatur komunikasi pesan keuangan, serupa dengan yang digunakan oleh SWIFT, jaringan pembayaran internasional terbesar di dunia. Integrasi ini dijadwalkan rampung pada 22 November 2025, bertepatan dengan tenggat waktu migrasi sistem SWIFT secara global.
Langkah ini berpotensi menempatkan Pi Network sejajar dengan proyek kripto besar lainnya seperti XRP (Ripple) dan XLM (Stellar Lumens), yang telah lebih dulu mengadopsi standar tersebut. Menurut laporan Coinmarketcap pada Jumat (24/10), kepatuhan terhadap ISO 20022 dapat membuka gerbang kerja sama dengan institusi keuangan dan mitra pembayaran lintas negara.
Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa ambisi besar Pi Network ini masih dihadapkan pada kenyataan bahwa proyek ini belum memiliki infrastruktur perbankan yang mapan, berbeda dengan XRP. Keberhasilan integrasi akan sangat bergantung pada eksekusi peta jalan teknis yang solid dan kemampuan tim inti untuk membangun kemitraan strategis.
Inovasi DeFi: Fitur P2P Lending dan Hasil (Yield) dari Ekosistem Pi
Inisiatif lain yang menarik perhatian komunitas adalah peluncuran layanan P2P lending oleh PiBridge pada 23 Oktober 2025. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menggadaikan token PI guna meminjam stablecoin atau memperoleh imbal hasil (yield) dari aktivitas staking.
Dalam kurun waktu 24 jam setelah peluncuran, tercatat lebih dari 1 juta token PI ditarik dari bursa, sebuah indikasi berkurangnya tekanan jual di pasar. Secara fundamental, hal ini berpotensi membantu mengurangi suplai token yang beredar dan memberikan dukungan harga dalam jangka pendek. Namun, kesuksesan jangka panjang fitur ini akan sangat bergantung pada tingkat adopsi pengguna dan kepercayaan komunitas.
Di sisi lain, sebagian pelaku pasar masih menunjukkan skeptisisme, terutama terkait laporan penjualan token dalam jumlah besar oleh tim inti. Tanpa kejelasan lebih lanjut, persepsi pasar terhadap transparansi proyek ini tetap menjadi faktor penentu. Oleh karena itu, peluncuran PiBridge Neobank dan data keterlibatan pengguna akan menjadi indikator kunci keberhasilan fitur ini.
Sinyal Rebound dari Indikator Teknikal di Zona Oversold
Dari perspektif analisis teknikal, Pi (PI) mulai memancarkan sinyal pemulihan. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 32,48, mengindikasikan kondisi oversold atau jenuh jual. Sementara itu, indikator Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan adanya divergensi bullish — meskipun harga terus menurun, momentum pembelian secara perlahan mulai meningkat.
Level dukungan kuat di $0,20 terbukti mampu bertahan, memicu potensi pantulan harga. Jika Pi berhasil menembus level resistensi $0,21 (Fibonacci 0,382), target berikutnya diperkirakan berada di kisaran $0,24 hingga $0,26. Namun, perlu dicatat bahwa token ini masih bergerak di bawah seluruh rata-rata pergerakan utama (SMA 7 hari di $0,20335), menandakan bahwa tren jangka menengah masih cenderung bearish.
Bagi para trader, pantauan penting meliputi penutupan harga di atas $0,21 dan korelasinya dengan sentimen pasar meme coin seperti DOGE dan BONK, yang belakangan sering menjadi indikator psikologis bagi trader ritel.
Optimisme Baru, Namun Risiko Tetap Mengintai
Kenaikan harga PI yang singkat ini mencerminkan optimisme seputar adopsi standar ISO 20022 dan potensi penurunan suplai di bursa. Namun, tantangan struktural yang dihadapi Pi Network masih cukup besar. Token ini masih bergulat dengan likuiditas yang rendah, risiko pelepasan token (unlock) di masa mendatang, serta utilitas yang belum terbukti secara nyata di ekosistem yang lebih luas.
Pertanyaan krusial bagi investor saat ini adalah: Mampukah Pi Network mempertahankan level dukungan $0,20 di tengah defisit volume perdagangan bulanan yang melebihi $1,2 miliar dibandingkan kapitalisasi pasarnya?
Jawaban atas pertanyaan tersebut kemungkinan besar akan bergantung pada kemajuan integrasi ISO 20022 yang dijadwalkan pada November, serta tingkat adopsi ekosistem P2P lending dalam beberapa minggu ke depan.
Ikuti Kreasik.id untuk update berita kripto terkini.
Tinggalkan komentar