Kreasik — Pi Network (PI) mencatatkan koreksi harga signifikan, anjlok lebih dari 5,26% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Penurunan ini melampaui pelemahan yang dialami oleh aset kripto utama seperti Bitcoin yang terkoreksi 1,71% dan Ethereum yang melemah sekitar 5%. Fenomena ini terjadi setelah Pi Network menikmati lonjakan nilai sekitar 21% dalam sepekan sebelumnya, dan kini dihadapkan pada serangkaian tekanan, baik dari aspek teknis maupun struktural pasar.
Berdasarkan analisis pasar yang dihimpun, penurunan harga PI pada Jumat (31/10) ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama yang saling berkaitan:

1. Koreksi Teknis Setelah Momentum Terlalu Panas
Salah satu pemicu utama adalah koreksi teknis setelah momentum kenaikan yang terlalu agresif. Indikator Relative Strength Index (RSI) 7-hari Pi Network sempat melampaui level 71,39, sebuah sinyal klasik kondisi overbought yang mengindikasikan aset telah dibeli secara berlebihan dan berpotensi mengalami pembalikan harga.
Selain itu, histografi Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan persilangan ke area negatif (-0,0037), menandakan bahwa momentum kenaikan mulai kehilangan tenaga. Harga PI juga gagal menembus area resistensi krusial di sekitar $0,28 (level Fibonacci 23,6%) dan tidak mampu bertahan di atas rata-rata eksponensial 200-hari ($0,47). Ini adalah indikator kuat bahwa tren naik jangka panjang sedang diuji.
Saat ini, level support kritis berada di $0,229. Apabila harga PI menembus dan ditutup di bawah level ini, ada potensi penurunan lebih lanjut menuju area $0,209 (Fibonacci 61,8%) jika tekanan jual terus meningkat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa para trader yang telah meraup keuntungan cepat mulai melakukan aksi ambil untung, sementara momentum baru belum cukup kuat untuk mendorong kenaikan lebih lanjut. Jika Pi Network gagal menembus kembali ke level $0,26, risiko pengujian ulang level harga yang lebih rendah akan semakin besar.
2. Ancaman Pembukaan Token dan Tekanan Pasokan
Faktor struktural yang membayangi adalah jadwal pembukaan token (token unlock) yang akan menambah pasokan di pasar. Diperkirakan sekitar 1,27 miliar token PI, dengan estimasi nilai mencapai US$315 juta, akan dilepaskan ke sirkulasi dalam dua belas bulan mendatang.
Bahkan, pada minggu sebelumnya, tercatat adanya arus masuk sekitar 86 juta PI (senilai ~US$21 juta) ke bursa kripto, sebuah sinyal bahwa sebagian pemegang token sedang bersiap untuk menjual aset mereka. Jika pasokan token bertambah secara signifikan tanpa diimbangi oleh lonjakan permintaan yang sepadan, tekanan jual akan semakin terasa dan berpotensi memperpanjang periode koreksi harga.
3. Koreksi Altcoin yang Lebih Luas dan Sentimen Pasar
Tekanan terhadap Pi Network tidak hanya berasal dari dinamika internal proyek, tetapi juga dipengaruhi oleh koreksi yang lebih luas di pasar altcoin. Harga Bitcoin sempat jatuh sekitar 4% pada 30 Oktober, menyentuh $107,5 ribu, yang memicu gelombang likuidasi posisi long senilai sekitar $1,1 miliar di seluruh pasar kripto.
Indeks ketakutan dan keserakahan kripto (crypto fear/greed index) juga menurun ke angka 31, yang mengindikasikan sentimen "ketakutan" di kalangan investor dan meningkatkan kehati-hatian. Token seperti Pi Network, dengan rasio turnover yang relatif tinggi (volume/kapitalisasi pasar ~0,031), menjadi lebih rentan terhadap gelombang penjualan yang menyapu pasar altcoin.
Namun, perlu dicatat bahwa sebelum koreksi ini, Pi Network telah mencatatkan kenaikan mingguan sekitar 21%, jauh lebih tinggi dibandingkan Bitcoin (-0,49%) dan Ethereum (-6,16%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian investor mungkin mengambil keuntungan setelah kenaikan signifikan, sebuah fenomena "membuang dulu karena sudah naik duluan."
Kesimpulan dan Prospek ke Depan
Penurunan harga Pi Network saat ini tampaknya merupakan kombinasi dari aksi ambil untung setelah lonjakan cepat, tekanan dari jadwal pembukaan token yang akan datang, serta koreksi pasar altcoin yang lebih luas.
Meskipun demikian, ada beberapa faktor jangka panjang yang berpotensi mendukung Pi Network, seperti kemitraan baru dan integrasi dengan standar ISO 20022 yang dapat memperkuat utilitas token. Namun, dalam jangka pendek, faktor-faktor penghambat (headwind) tampaknya masih lebih dominan.
Dengan kondisi pasar seperti ini, para trader disarankan untuk memantau dengan cermat zona support di $0,229. Jika level ini gagal dipertahankan, ada risiko pengujian ulang level $0,158 yang pernah disentuh pada Oktober lalu. Selain itu, perhatikan volume arus masuk/keluar token ke bursa; volume masuk yang besar dapat mengindikasikan kesiapan pemegang untuk menjual, yang akan memperkuat tekanan jual. Keputusan kebijakan suku bunga dari Federal Reserve atau bank sentral global lainnya juga perlu dicermati karena dapat memicu volatilitas di pasar kripto secara keseluruhan.
Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli. Ikuti Google News Kreasik.id untuk update berita kripto terkini.
Tinggalkan komentar