Kreasik — Pi Network (PI) kembali menunjukkan tren pelemahan signifikan, dengan harga yang terkoreksi 1,6% dalam 24 jam terakhir, mencapai level $0,227. Penurunan ini memperpanjang koreksi mingguan menjadi sekitar 8,2%, menandakan tekanan jual yang kian intens. Analisis mendalam Kreasik.id mengidentifikasi tiga pemicu utama di balik pelemahan ini: struktur teknikal yang rapuh, lonjakan suplai dari token unlock, serta peningkatan aliran masuk (inflow) PI ke platform perdagangan. Situasi ini diperparah oleh sentimen pasar kripto global yang cenderung ‘risk-off’, di mana dominasi Bitcoin melonjak hingga 58,7%, menempatkan altcoin berkapitalisasi menengah seperti PI dalam posisi yang sangat rentan.
Struktur Harga Mulai Goyah: Breakdown Teknikal yang Signifikan

Dari perspektif analisis teknikal, Pi Network telah menembus area support krusial di rentang $0,223 hingga $0,225. Level ini, yang sebelumnya berfungsi sebagai garis pertahanan kuat sejak Oktober lalu, kini gagal menahan gelombang tekanan jual. Indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini bergerak di kisaran 35-44, mendekati ambang batas jenuh jual. Sementara itu, histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) konsisten di zona negatif, menegaskan dominasi momentum bearish. Volume perdagangan beli yang lesu semakin mengindikasikan minimnya kekuatan untuk pembalikan arah.
Penembusan level support jangka panjang ini mengirimkan sinyal kuat bahwa kepercayaan investor mulai terkikis. Apabila Pi Network gagal kembali mengklaim posisi di atas $0,225, potensi penurunan menuju level psikologis $0,20, bahkan $0,18, akan semakin terbuka lebar.
Tekanan Suplai dari Token Unlock: Inflasi di Tengah Permintaan Lesu
Faktor krusial lain yang membebani harga Pi Network adalah gelombang token unlock masif pada Desember lalu, di mana sekitar 190 juta PI dilepaskan ke peredaran. Penambahan ini secara instan meningkatkan suplai beredar sekitar 2,3% hanya dalam kurun waktu sebulan. Meskipun CEO Pi Network, Nicolas Kokkalis, memandang unlock sebagai indikasi kematangan ekosistem, pasar cenderung menafsirkannya dari perspektif inflasi. Suplai yang bertambah signifikan tanpa diimbangi pertumbuhan utilitas dan permintaan yang sepadan, menciptakan tekanan jual.
Kondisi ini mendorong para pemegang awal (early holder) untuk merealisasikan keuntungan (profit-taking), terutama ketika harga berada dalam tren menurun, memperparah tekanan jual. Patut dicermati, gelombang unlock berikutnya pada Januari ini, yang melibatkan sekitar 121 juta PI, diproyeksikan memberikan tekanan yang lebih moderat. Ini berpotensi membantu stabilisasi harga jika ada peningkatan permintaan atau pemulihan sentimen pasar secara keseluruhan.
Lonjakan Inflow ke Bursa: Sinyal Jelas Aksi Jual Masif
Tekanan ketiga bersumber dari data on-chain yang menunjukkan lonjakan signifikan dalam aliran masuk Pi Network ke bursa. Dalam 24 jam terakhir, tercatat 2,75 juta PI masuk ke bursa, sementara hanya 1,76 juta PI yang keluar, menghasilkan net inflow sekitar 990 ribu PI. Net inflow positif merupakan indikator klasik bahwa para trader sedang bersiap untuk melakukan aksi jual. Mengacu pada sejarah, situasi serupa pada Oktober lalu sempat memicu penurunan harga PI hingga 30% dalam hitungan hari. Jika tren aliran masuk ke bursa ini terus berlanjut, tekanan jual diperkirakan akan semakin masif, berpotensi mempercepat laju penurunan harga.
Sentimen Pasar Global: Dominasi Bitcoin dan Mode Risk-Off
Kondisi makro pasar kripto secara keseluruhan juga tidak memberikan angin segar. Dominasi Bitcoin yang melonjak ke 58,7% mengindikasikan pergeseran preferensi investor menuju aset yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian. Altcoin dengan kapitalisasi pasar menengah seperti Pi Network cenderung menjadi yang paling rentan dalam skenario ini. Selain itu, volume perdagangan harian PI yang menurun mencerminkan berkurangnya minat spekulatif dan kehati-hatian investor.
Tekanan Berlapis Membuat PI Sulit Bangkit dalam Jangka Pendek
Secara garis besar, pelemahan harga Pi Network hingga $0,227 saat ini merupakan akumulasi dari beberapa faktor. Mulai dari struktur teknikal yang telah ditembus, inflasi suplai akibat token unlock, tekanan jual yang masif di bursa, hingga sentimen pasar kripto yang cenderung bearish. Meskipun ekosistem Pi Network terus berupaya mengembangkan utilitasnya, termasuk melalui kemitraan strategis seperti CiDi Games, faktor-faktor teknikal dan kondisi makro pasar yang ada membuat pergerakan harga dalam jangka pendek tetap berada dalam bayang-bayang risiko. Arah pergerakan harga Pi Network dalam beberapa hari ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan pembeli untuk merebut kembali level teknikal penting tersebut dan apakah aliran masuk ke bursa dapat mereda.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Segala keputusan investasi yang Anda ambil berdasarkan informasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto. Selalu lakukan riset mendalam sebelum berinvestasi.
Tinggalkan komentar