KreAsik – 18 Mei 2026 | Departemen Kehakiman Amerika Serikat (US DOJ) baru-baru ini menangkap seorang warga Jerman, Owe Martin Andresen, yang dituduh melakukan skema pencucian uang kripto senilai $2 juta. Menurut jaksa, Andresen mengubah uang kripto menjadi emas batangan yang dikirim ke rumahnya di Jerman.
Andresen, yang berusia 49 tahun, ditangkap oleh pihak berwenang Jerman pada 7 Mei. Dalam penyelidikan, ditemukan sekitar $1,7 juta dalam bentuk emas batangan dan $23.000 dalam bentuk tunai. Selain itu, ditemukan juga $1,2 juta dalam rekening bank dan akun kripto yang terkait dengan marketplace gelap Dream Market.
Dream Market sendiri merupakan sebuah marketplace gelap yang beroperasi dari tahun 2013 hingga 2019. Marketplace ini pernah menjadi salah satu yang terbesar, dengan lebih dari 100.000 listing pada puncaknya. Pembeli di marketplace ini membayar menggunakan Bitcoin (BTC) untuk menyembunyikan jejak transaksi.
Baca Juga:
Andresen, yang menggunakan nama samaran Speedstepper, merupakan salah satu administrator utama Dream Market. Ia berhasil menghindari penangkapan selama beberapa tahun, namun akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak berwenang.
Penangkapan Andresen merupakan bagian dari upaya pemerintah Amerika Serikat untuk memberantas kegiatan pencucian uang kripto dan kejahatan lainnya yang terkait dengan marketplace gelap. Kasus ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Amerika Serikat serius dalam menangani kejahatan yang terkait dengan kripto dan teknologi lainnya.
Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa pemerintah Amerika Serikat akan terus berupaya untuk menangani kejahatan yang terkait dengan kripto dan teknologi lainnya. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap kejahatan tersebut.




