Kreasik — Bitcoin (BTC) masih berjuang di bawah US$ 92.000, memperpanjang koreksi 30 hari terakhir sebesar 22%. Namun, katalis besar berpotensi memicu reli baru. Pasar menanti data inflasi, kebijakan The Fed, dan keputusan MSCI.

Ines Feree

November 27, 2025

1
Min Read

Inflasi dan Kebijakan The Fed Jadi Penentu Arah BTC

Ekspektasi inflasi meningkat, terlihat dari kenaikan Ishares TIPS Bond ETF. Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi hingga Januari, naik dari bulan sebelumnya. Suku bunga rendah mendukung bisnis dan aktivitas ekonomi. Fokus kini tertuju pada laporan tenaga kerja AS (16 Desember) dan data inflasi PCE inti (26 Desember).

Kreasik — Bitcoin (BTC) masih berjuang di bawah US$ 92.000, memperpanjang koreksi 30 hari terakhir sebesar 22%. Namun, katalis besar berpotensi memicu reli baru. Pasar menanti data inflasi, kebijakan The Fed, dan keputusan MSCI.
Gambar Istimewa : cryptoharian.com

Pergantian Ketua The Fed dan Dampaknya

Katalis makro besar diperkirakan terjadi pada paruh pertama 2026. Masa jabatan Jerome Powell berakhir Mei, dan potensi nominasi ketua The Fed baru oleh Presiden Trump dapat meningkatkan volatilitas pasar. Penyesuaian aturan modal bank besar mulai 1 Januari 2026 juga dapat meningkatkan likuiditas dan mendukung aset berisiko.

Keputusan MSCI dan Tekanan Derivatif Bitcoin

MSCI mempertimbangkan kelayakan perusahaan seperti MicroStrategy (MSTR) yang menimbun Bitcoin dalam neracanya. Keputusan (15 Januari) dapat memaksa penyesuaian portofolio dana pasif. Pasar derivatif Bitcoin masih tertekan, dengan bias bearish yang bertahan. Kedaluwarsa opsi BTC senilai US$ 22,6 miliar (26 Desember) membuat trader menunggu kemiringan opsi netral sebelum mengambil risiko.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif, bukan saran investasi. Investasi kripto berisiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi. Kreasik.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.

Tinggalkan komentar

Related Post