KreAsik – 04 Juni 2026 | Keruntuhan token LAB (LAB) telah mencapai 77% dalam waktu dua jam pada 2 Juni, membuat harga LAB jatuh dari $27,96 menjadi sekitar $6. Keruntuhan ini telah menghilangkan sekitar $6 miliar dari nilai pasar LAB. Komunitas kripto sangat marah dan kecewa dengan keruntuhan ini, karena tidak ada transaksi besar yang terlihat di rantai blok.
LAB adalah token asli dari LAB Terminal, sebuah platform trading multi-rantai. Harga LAB telah meningkat secara signifikan setelah pengumuman buyback pada 1 Juni, namun keruntuhan ini telah menghilangkan sebagian besar dari kenaikan tersebut. Komunitas kripto sangat curiga dengan keruntuhan ini, karena tidak ada transaksi besar yang terlihat di rantai blok, dan sebagian besar transaksi yang terjadi adalah dari router, kontrak proksi, dan infrastruktur penyelesaian.
Beberapa trader telah menganalisis transaksi yang terjadi selama keruntuhan dan menemukan bahwa sebagian besar transaksi yang terjadi adalah dari alamat yang terkait dengan infrastruktur, bukan dari pemegang token atau paus. Salah satu trader telah menemukan bahwa sebuah kontrak proksi telah melakukan lebih dari 4.500 transaksi dalam waktu dua jam, dengan total nilai transaksi sekitar $458.200.
Baca Juga:
Keruntuhan LAB ini telah memicu kekhawatiran tentang keamanan dan integritas pasar kripto. Banyak yang mempertanyakan bagaimana keruntuhan ini bisa terjadi tanpa ada transaksi besar yang terlihat di rantai blok. Beberapa telah mengajukan teori bahwa keruntuhan ini mungkin disebabkan oleh koordinasi antara pembuat pasar dan penyelesaian infrastruktur.
Kesimpulan dari keruntuhan LAB ini adalah bahwa pasar kripto masih sangat rentan dan tidak stabil. Keruntuhan ini telah menghilangkan sekitar $6 miliar dari nilai pasar LAB dan telah memicu kekhawatiran tentang keamanan dan integritas pasar kripto. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk berhati-hati dan melakukan penelitian yang lebih lanjut sebelum membuat keputusan investasi.




