Kreasik — Seorang investor kripto dilaporkan kehilangan aset digital senilai US$ 91 juta atau setara dengan Rp1,4 triliun (kurs Rp15.400) akibat menjadi korban penipuan rekayasa sosial (social engineering). Informasi ini diungkapkan oleh ZachXBT, seorang pengamat aktivitas blockchain yang dikenal luas di komunitas kripto.
ZachXBT menjelaskan melalui akun Telegramnya bahwa korban dihubungi oleh pihak yang mengaku sebagai staf dukungan pelanggan dari produsen dompet perangkat keras (hardware wallet) dan sebuah bursa kripto. Identitas perusahaan yang dipalsukan tersebut tidak disebutkan secara rinci. Akibat penurunan harga Bitcoin belakangan ini, nilai aset yang hilang tersebut kini diperkirakan mencapai US$ 88 juta.

Setelah berhasil mendapatkan akses, pelaku langsung memindahkan dana curian ke Wasabi Wallet, sebuah layanan mixing Bitcoin yang berfokus pada privasi. Meskipun Wasabi Wallet telah menangguhkan operasinya untuk pengguna di Amerika Serikat sejak tahun lalu, layanan ini tetap digunakan oleh pelaku untuk menyamarkan asal-usul dana. Selanjutnya, dana tersebut dipecah ke beberapa dompet digital untuk mempersulit pelacakan.
Kasus ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Setahun sebelumnya, tiga pelaku diduga berhasil mencuri 4.064 Bitcoin senilai US$ 243 juta dengan modus operandi serupa. Dua pelaku kemudian ditangkap di Florida setelah menggunakan dana hasil curian untuk membeli barang-barang mewah seperti mobil, jam tangan, dan properti. Mereka menyamar sebagai staf Google Support untuk meyakinkan korban agar mengubah pengaturan autentikasi dua faktor.
Ancaman social engineering menjadi perhatian serius di industri kripto. Teknik yang digunakan bervariasi, mulai dari SIM swapping hingga phising dan pemalsuan identitas karyawan. FBI juga telah mengeluarkan peringatan mengenai maraknya social engineering scam, termasuk teknik impersonasi karyawan, call forwarding, dan phising.
Meskipun edukasi publik terus dilakukan, kasus kehilangan US$ 91 juta ini menunjukkan bahwa ancaman serangan berbasis manipulasi psikologis masih sangat tinggi di dunia kripto. Investor diimbau untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap segala bentuk komunikasi yang mencurigakan.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi atau trading. Investasi kripto memiliki risiko tinggi, dan investor bertanggung jawab penuh atas keputusan investasi mereka. Kreasik.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul akibat investasi kripto.
Tinggalkan komentar