Galaxy Digital Siapkan Hibah US$5 Juta untuk Mengamankan Quantum Bitcoin

Author Image

Terbit

21 Agustus 2026, 07:11 WIB

Galaxy Digital Siapkan Hibah US$5 Juta untuk Mengamankan Quantum Bitcoin
Galaxy Digital Siapkan Hibah US$5 Juta untuk Mengamankan Quantum Bitcoin

KreAsik – 21 Agustus 2026 | Galaxy Digital, perusahaan investasi aset digital terkemuka, mengumumkan peluncuran inisiatif baru bernama Bitcoin Quantum Readiness Initiative. Program ini dirancang untuk mempersiapkan jaringan Bitcoin menghadapi ancaman potensial dari komputasi kuantum, yang secara teoritis dapat mengancam keamanan kriptografi saat ini.

Dalam rangka mendukung inisiatif tersebut, Galaxy Digital mengalokasikan dana hibah hingga US$5 juta, setara dengan sekitar Rp81 miliar dengan kurs Rp16.300 per dolar. Anggaran ini akan dialokasikan secara selektif kepada proyek‑proyek riset yang fokus pada pengembangan kriptografi tahan Quantum Bitcoin serta solusi teknis yang dapat diimplementasikan pada jaringan utama.

Tujuan utama pendanaan ini adalah mempercepat riset ilmiah, mendukung prototipe teknologi pasca‑kuantum, dan membentuk ekosistem kolaboratif antara peneliti, pengembang, serta regulator. Dengan dana yang tersedia, Galaxy Digital berharap dapat menstimulasi inovasi yang diperlukan sebelum ancaman komputasi kuantum menjadi realitas.

“Sebagai salah satu pelaku utama di industri aset digital, kami percaya penting untuk menjadi bagian dari solusi terhadap potensi ancaman yang dapat ditimbulkan komputasi kuantum terhadap Bitcoin,” ujar CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz, dalam pernyataan resmi. Ia menekankan bahwa kesiapan sejak dini merupakan strategi krusial untuk melindungi nilai yang tersimpan di jaringan Bitcoin.

Selain hibah, Galaxy Digital membentuk Quantum Advisory Council yang terdiri dari pakar terkemuka di bidang komputasi kuantum dan kriptografi. Anggota dewan awal meliputi:

  • Barry Sanders, profesor University of Calgary
  • Damien Bérubé, peneliti MIT Sea Grant Knauss Fellow
  • Eran Tromer, profesor ilmu komputer Boston University

Dewan penasihat ini bertugas memberikan arahan strategis, menilai proposal hibah, serta memastikan bahwa solusi yang dikembangkan selaras dengan kebutuhan keamanan jaringan Bitcoin di era Quantum Bitcoin.

Proses pendaftaran hibah kini telah dibuka untuk pengembang global. Persyaratan utama mencakup rencana riset yang jelas, kemampuan implementasi prototipe, serta potensi dampak pada keamanan Bitcoin. Seleksi akan dilakukan secara ketat oleh Quantum Advisory Council untuk memastikan dana dialokasikan pada proyek yang paling menjanjikan.

Ancaman yang menjadi fokus utama disebut Q‑Day, yaitu titik kritis ketika komputer kuantum cukup kuat untuk memecahkan kriptografi yang melindungi Bitcoin. Saat ini, Bitcoin mengandalkan Elliptic Curve Cryptography (ECC) untuk menandatangani transaksi. Algoritma Shor, yang dijalankan pada komputer kuantum, secara teoritis dapat menghitung private key dari public key, membuka celah bagi pencurian aset.

Walaupun Q‑Day belum menjadi ancaman yang terjadi dalam waktu dekat, para ahli memperkirakan bahwa komputer kuantum yang mampu menembus ECC dapat muncul sebelum tahun 2033, bahkan ada prediksi yang menargetkan sekitar 2030. Laporan Project Eleven menyebutkan bahwa sekitar 6,9 juta BTC berada di alamat yang berpotensi rentan terhadap serangan kuantum.

Pemerintah Amerika Serikat juga mulai memasukkan keamanan pasca‑kuantum ke dalam agenda kebijakan nasional. Pada Juni, Presiden Donald Trump menandatangani dua perintah eksekutif yang mempercepat pengembangan teknologi kuantum serta menetapkan standar kriptografi tahan kuantum untuk lembaga federal, dengan target implementasi pada Desember 2031.

Alex Thorn, kepala Galaxy Research, menilai bahwa kesenjangan antara perkembangan teknologi kuantum dan adopsi solusi post‑quantum di komunitas Bitcoin masih signifikan. Menurutnya, inisiatif seperti Bitcoin Quantum Readiness Initiative dapat menjembatani kesenjangan tersebut dengan menyediakan dana, jaringan kolaboratif, dan pemahaman yang lebih baik bagi regulator serta investor.

Dengan kombinasi hibah, dewan penasihat, dan dukungan industri, Galaxy Digital berupaya menjadikan Quantum Bitcoin bukan sekadar skenario teoretis, melainkan agenda praktis yang siap dihadapi. Upaya ini diharapkan memperkuat kepercayaan pengguna dan menjaga integritas jaringan Bitcoin di tengah percepatan kemajuan komputasi kuantum.

Related Post

Terbaru