Kreasik —
Data dari analis kripto Bull Theory mengungkap bahwa Bitcoin secara historis mencatatkan performa yang jauh lebih baik setelah S&P 500 atau Nasdaq menembus rekor tertinggi. Rata-rata, Bitcoin mampu mencetak kenaikan dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan indeks saham tersebut.
Setelah S&P 500 mencetak rekor tertinggi, Bitcoin rata-rata naik 12% dalam 30 hari dan 36% dalam 90 hari. Sementara itu, setelah Nasdaq mencetak rekor tertinggi, Bitcoin rata-rata naik 10% dalam 30 hari dan 69% dalam 90 hari. Hal ini mengindikasikan bahwa Bitcoin tidak hanya mengikuti tren positif di pasar saham, tetapi juga mampu mengakselerasi momentum tersebut.
Fenomena ini terjadi karena rekor tertinggi di pasar saham sering kali menandakan likuiditas yang tinggi. Kondisi ini mendorong investor untuk mencari aset dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi, dan Bitcoin menjadi salah satu pilihan menarik.
“Ketika saham memasuki fase penemuan harga (discovery mode), likuiditas mengalir ke pasar kripto, dan Bitcoin biasanya mengalami reli yang lebih kuat,” jelas Bull Theory.
Saat ini, S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor tertinggi secara beruntun, menandakan optimisme yang tinggi di pasar saham. Bitcoin pun menunjukkan tanda-tanda mengikuti tren ini, didukung oleh tekanan beli institusional, peningkatan arus ETF, dan penurunan pasokan on-chain.
Menurut data dari CoinGecko, harga Bitcoin saat ini berada di sekitar US$ 117.283, mencerminkan kenaikan tipis sebesar 0,6% dalam 24 jam terakhir.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Investasi pada aset kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi. Kreasik.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul.
Tinggalkan komentar