KreAsik – Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam pada sesi perdagangan pagi ini setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara publik menuduh Iran melanggar gencatan senjata yang telah disepakati. Pernyataan kontroversial tersebut menambah ketegangan geopolitik yang sudah berlangsung, memicu rasa tidak pasti di kalangan investor kripto.
Kontroversi Gencatan Senjata
Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Mar-a-Lago, Trump menegaskan bahwa Iran telah melakukan serangan militer terhadap wilayah yang dijaga oleh pasukan koalisi, yang menurutnya merupakan pelanggaran langsung terhadap perjanjian gencatan. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat siap mengambil langkah lebih lanjut untuk menegakkan keamanan regional.
Iran, di sisi lain, membantah keras tuduhan tersebut. Juru bicara Kedutaan Besar Iran menyatakan bahwa klaim Trump tidak berdasar dan bahwa pihak Iran tetap berkomitmen pada perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati bersama sekutu internasional.
Baca Juga:
Dampak pada Pasar Kripto
Reaksi pasar tidak memakan waktu lama. Bitcoin, yang sebelumnya berada di kisaran $27.800, turun lebih dari 3% menjadi sekitar $26.900 dalam hitungan menit. Penurunan ini menandai salah satu penurunan terbesar dalam minggu terakhir dan meningkatkan level volatilitas yang diukur oleh indeks VIX kripto.
Para analis mengaitkan pergerakan ini dengan fenomena yang disebut Bitcoin market uncertainty. Ketika ketegangan geopolitik meningkat, aset-aset yang dianggap “safe haven” seperti emas biasanya mendapat manfaat, sementara kripto yang masih relatif baru dan belum memiliki regulasi yang jelas cenderung mengalami penurunan nilai.
Pandangan Pakar
Selain itu, data historis menunjukkan bahwa setiap kali terjadi eskalasi konflik di Timur Tengah, pasar kripto cenderung mengalami koreksi singkat sebelum kembali stabil, asalkan tidak ada dampak langsung terhadap infrastruktur teknologi atau regulasi yang menghambat perdagangan digital.
Reaksi di Pasar Lain
Ethereum (ETH) dan Ripple (XRP) juga ikut terdampak, meskipun tidak seintensif Bitcoin. ETH turun sekitar 2,5% menjadi $1.800, sementara XRP mengalami penurunan 2% menjadi $0,48. Volume perdagangan pada bursa utama meningkat, menandakan adanya aksi jual yang signifikan.
Investor ritel yang mengandalkan platform media sosial untuk keputusan trading tampak lebih panik, memperburuk tekanan jual. Di sisi lain, beberapa trader berpengalaman memanfaatkan volatilitas ini untuk membuka posisi short dengan target harga yang lebih rendah.
Prospek Kedepan
Jika tuduhan Trump terbukti kuat dan aksi militer lebih lanjut terjadi, tekanan pada pasar kripto dapat berlanjut. Namun, bila Iran berhasil membantah secara resmi dan tidak ada eskalasi lanjutan, pasar dapat mengalami rebound dalam beberapa hari ke depan, mengingat sejarah Bitcoin yang mampu pulih dari gejolak politik.
Selama periode ketidakpastian, para analis menyarankan investor untuk meninjau kembali alokasi portofolio, menambah diversifikasi, dan memperhatikan indikator teknikal seperti level support kuat di $26.500 untuk Bitcoin.
Secara keseluruhan, dinamika politik antara Amerika Serikat dan Iran kini menjadi faktor eksternal penting yang memengaruhi pergerakan harga kripto. Investor harus tetap waspada dan mengikuti perkembangan berita secara real‑time untuk mengelola risiko dengan efektif.




