Kreasik — Pasar kripto tengah menanti momentum krusial. Bitcoin (BTC), sebagai mata uang kripto utama, mulai menunjukkan sinyal pemulihan yang berpotensi memicu altseason, periode di mana altcoin (alternatif Bitcoin) mengalami kenaikan harga signifikan.
Prediksi altseason sebenarnya sudah bergaung sejak awal 2025, namun dominasi Bitcoin masih terlalu kuat. Analis kripto, Polaris_xbt, dalam analisis terbarunya menyoroti pentingnya peran Bitcoin dalam skenario ini.

"Jika BTC mengambil alih kepemimpinan pasar saat ini, itu justru akan menjadi skenario paling sehat untuk keseluruhan ekosistem," ujar Polaris, menekankan bahwa pola ini bukan hal baru.
Ia mencontohkan akhir tahun 2020, di mana Bitcoin lebih dulu mencetak reli parabolik sebelum Ethereum (ETH) berhasil menembus level all-time high (ATH) dan memicu pergerakan signifikan di pasar altcoin. "Bitcoin memimpin, Ethereum mengikuti, altcoin meledak," tegasnya.
Polaris juga menunjuk pada grafik yang menunjukkan pola serupa pada Ethereum dan Cardano, di mana fase konsolidasi ketat seringkali menjadi persiapan sebelum reli besar. Menurutnya, Ethereum hanya selangkah lagi dari mengulang pergerakan tahun 2021.
"Begitu ETH berhasil bertahan di atas ATH, itu bisa menjadi pemicu ledakan harga di altcoin lainnya," pungkas Polaris.
Berdasarkan data terbaru dari CoinGecko, Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran US$ 123.379, naik 1 persen dalam 24 jam terakhir. Investor dan pelaku pasar kripto akan terus memantau pergerakan Bitcoin dan Ethereum untuk mengukur potensi dimulainya altseason.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset mendalam sebelum berinvestasi.
Tinggalkan komentar