KreAsik – 10 Juni 2026 | Ekosistem Cardano telah mengalami keruntuhan, dengan total nilai terkunci (TVL) yang jatuh hingga $94 juta, atau turun sekitar 31% dalam sebulan dan 87% dari puncaknya sebesar $721 juta.
Padahal, ini sudah merupakan ekosistem yang bermasalah. Platform analitik TapTools telah ditutup, dan pendiri Cardano, Charles Hoskinson, memperingatkan tentang gelombang kegagalan yang akan datang.
Namun, para ikan paus Cardano malah membeli aset tersebut pada tanggal 7 Juni, yang merupakan hari terburuk bagi ekosistem tersebut. Dua kelompok ikan paus, yaitu mereka yang memiliki 1 juta hingga 10 juta ADA dan mereka yang memiliki 100 juta hingga 1 miliar ADA, telah meningkatkan proporsi aset mereka.
Baca Juga:
Motif dari pembelian ini tidak biasa, karena terjadi saat Cardano sedang mengalami keruntuhan dan skandal. Investigator Thomas Braziel telah melanjutkan penyelidikan terhadap pendiri Cardano, dan menamai dewan pendiri asli tahun 2016 serta menekankan tentang sekitar 1.090 Bitcoin yang hilang dari dana awal.
Data derivatif juga menunjukkan bahwa para trader besar sedang memendekkan posisi mereka, sementara trader ritel sedang memanjangkan posisi mereka. Ini merupakan tanda bahwa para ikan paus mungkin sedang mempersiapkan diri untuk menjual aset mereka dengan memanfaatkan likuiditas yang disediakan oleh trader ritel.
Oleh karena itu, motif dari pembelian ini lebih mungkin terkait dengan keinginan untuk memanfaatkan likuiditas yang disediakan oleh trader ritel, daripada keinginan untuk membeli aset tersebut karena alasan fundamental.
Kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa para ikan paus Cardano sedang membeli aset tersebut dengan motif yang tidak biasa, dan bahwa motif ini lebih mungkin terkait dengan keinginan untuk memanfaatkan likuiditas yang disediakan oleh trader ritel.




