Bitcoin Anjlok ke $83 Ribu Tekanan Jual Mencekik

Ines Feree

November 22, 2025

4
Min Read

Kreasik — Pasar kripto kembali diwarnai sentimen negatif seiring anjloknya harga Bitcoin (BTC) yang kini diperdagangkan di level $83.944,44. Terkoreksi sebesar 2,2% dalam 24 jam terakhir, pelemahan ini bukan sekadar fluktuasi harian, melainkan kelanjutan dari tren koreksi mingguan yang telah memangkas nilai Bitcoin hingga 12,53%. Dominasi tekanan jual tak terbantahkan, membuat aset digital terbesar ini kesulitan menemukan pijakan.

Kapitalisasi pasar BTC saat ini berada di kisaran $1,67 triliun. Menariknya, volume perdagangan 24 jam melonjak drastis hingga $121,46 miliar, sebuah indikasi tingginya aktivitas jual beli di tengah gejolak pasar. Meskipun Bitcoin masih memegang takhta sebagai aset kripto nomor satu, sentimen bearish dalam jangka pendek terlihat jelas dari analisis teknikal dan kondisi makroekonomi global.

Bitcoin Anjlok ke $83 Ribu Tekanan Jual Mencekik
Gambar Istimewa : cdn-3.expansion.mx

Koreksi Mendalam: Gagal Membendung Tekanan Jual

Penurunan harga BTC sebesar -$1.745 atau 2,04% dalam sehari terakhir menunjukkan bahwa Bitcoin gagal membendung gelombang tekanan jual yang melanda pasar sejak akhir bulan lalu. Data performa 30 hingga 90 hari terakhir mengonfirmasi fase koreksi struktural yang lebih dalam:

  • 1 jam: -0,42%
  • 24 jam: -2,04%
  • 7 hari: -12,53%
  • 30 hari: -26,36%
  • 90 hari: -33,98%

Serangkaian penurunan ini menandakan bahwa pasar sedang dalam fase penyesuaian signifikan, bukan sekadar volatilitas sesaat. Analis pasar menyebut tekanan ini sebagai kelanjutan dari aksi profit taking setelah Bitcoin mencapai rekor tertinggi di $126.198, ditambah dengan ketidakpastian makro yang terus membayangi pasar aset digital.

Level Kritis dan Konfirmasi Dominasi Penjual

Dalam 24 jam terakhir, pergerakan BTC terbatas antara $86.240 (tertinggi) dan $80.659 (terendah). Level $80.000 kini menjadi support psikologis krusial bagi pasar. Apabila level krusial ini tembus, potensi penurunan lebih lanjut ke area $75.000-$78.000 sangat terbuka. Sentimen bearish juga tercermin dari penurunan harga satu jam sebesar -0,42%, mengindikasikan tekanan jual masih aktif meskipun harga mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.

Volume perdagangan yang masif ($121,46 miliar) di tengah penurunan harga ini secara jelas menunjukkan bahwa kekuatan jual jauh melampaui daya beli. Kondisi ini biasanya terkait dengan aksi jual panik, likuidasi masif posisi leverage, atau investor institusional yang memilih menunggu harga diskon lebih dalam. Namun, karena harga terus menurun, ini mengonfirmasi dominasi tekanan jual.

Faktor Utama Pemicu Pelemahan Bitcoin

Beberapa elemen kunci berkontribusi pada pelemahan Bitcoin yang berkelanjutan:

  1. Sentimen Makro Global Negatif: Ketidakpastian terkait suku bunga, kekhawatiran perlambatan ekonomi global, dan tekanan terhadap instrumen berisiko tinggi membuat investor lebih berhati-hati. Ketika volatilitas meningkat, altcoin melemah lebih cepat, dan Bitcoin pun tak mampu menahan arus keluar modal.
  2. Koreksi Pasca-Periode Overbought: Setelah mencapai All-Time High (ATH) di $126.198, banyak investor jangka pendek merealisasikan keuntungan mereka. Koreksi lebih dari 20% dalam sebulan menandakan pasar sedang melakukan penyesuaian dari euforia sebelumnya.
  3. Likuidasi Tinggi di Pasar Futures: Dengan volatilitas yang ekstrem, ratusan juta dolar posisi long BTC terlikuidasi dalam beberapa hari terakhir. Fenomena liquidation cascade ini memperparah tekanan jual karena memaksa trader menutup posisi mereka.
  4. Kapitalisasi Besar, Ruang Pertumbuhan Terbatas: Dengan sekitar 95% dari total pasokan maksimum Bitcoin sudah beredar (19,95 juta BTC), potensi pertumbuhan harga yang signifikan membutuhkan injeksi modal substansial. Hal ini membuat momentum bullish lebih sulit dipertahankan dibandingkan saat kapitalisasi pasar masih kecil.

Prospek Bitcoin: Antara Harapan dan Kewaspadaan

Meskipun tekanan bearish jangka pendek masih kuat, beberapa indikator menunjukkan sinyal stabilisasi potensial dalam beberapa hari ke depan. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) berada di angka 35, mengindikasikan kondisi oversold yang secara historis sering diikuti oleh potensi rebound. Namun, indikator MACD masih menunjukkan bearish crossover, menandakan momentum penurunan belum sepenuhnya berakhir.

Jika Bitcoin berhasil menjaga level support krusial di $80.000, pasar bisa kembali membentuk tren naik jangka menengah. Namun, apabila level tersebut tembus, BTC berpotensi meluncur ke area $75.000-$78.000.

Secara keseluruhan, Bitcoin hari ini berada di level $83.944 dengan penurunan harian 2,2%, memperparah tren bearish mingguan dan bulanan. Tekanan pasar berasal dari kombinasi faktor makro, aksi profit taking pasca-ATH, serta likuidasi besar di pasar derivatif. Meskipun demikian, volume perdagangan yang tinggi dan keberadaan area support kuat di $80.000 memberikan celah bagi potensi pemulihan, asalkan sentimen pasar global mulai membaik dalam waktu dekat.


DISCLAIMER: Kreasik.id menekankan bahwa investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli. Kreasik.id berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Ikuti Google News Kreasik.id untuk update berita kripto dan unduh aplikasi trading sekarang!

Tinggalkan komentar

Related Post