KreAsik – 25 Juni 2026 | Pasar kripto mengalami penurunan tajam pada 24 Juni, menghapus lebih dari $600 juta dalam posisi long yang menggunakan leverage dalam hitungan jam. Bitcoin dan Ethereum menjadi korban terbesar dari likuidasi ini.
Penurunan ini tidak terisolasi, hampir semua token besar mengalami penurunan, dan penjualan paksa terjadi di bursa-bursa terbesar. Binance menjadi bursa dengan likuidasi terbesar.
Bitcoin menunjukkan penurunan sebesar 4,07% dalam periode 24 jam, sedangkan Ethereum jatuh sebesar 4,91%. Token-token besar lainnya seperti XRP, Solana, dan BNB juga mengalami penurunan.
Baca Juga:
Penjualan paksa ini menunjukkan bahwa tekanan risiko yang tinggi, bukan hanya karena satu token saja. Pada saat penulisan, harga Bitcoin dan Ethereum telah pulih sedikit, dengan Bitcoin di sekitar $60.585 dan Ethereum di sekitar $1.606.
Likuidasi ini terutama terjadi pada posisi long yang menggunakan leverage. Bitcoin memiliki likuidasi terbesar sebesar $336,47 juta, diikuti oleh Ethereum sebesar $188,82 juta.
Bursa-bursa terbesar seperti Binance, Hyperliquid, dan Bybit mengalami likuidasi yang signifikan. Binance memiliki likuidasi sebesar $350,58 juta, jauh lebih tinggi daripada bursa lainnya.
Untuk memahami mengapa harga Bitcoin dan Ethereum sulit pulih, kita perlu melihat heatmap likuidasi di Binance. Harga Bitcoin telah bergoyang-goyang di sekitar $63.000 sebelum jatuh, dan likuidasi yang padat terletak di atas $61.500 dan $63.000.
Jika harga Bitcoin dapat merebut kembali level $63.000, maka setup bearish ini akan gagal. Namun, jika harga jatuh di bawah $59.700, maka akan membuka peluang untuk penurunan lebih lanjut.
Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa pasar kripto masih sangat volatil dan rentan terhadap likuidasi yang besar. Investor harus tetap waspada dan mengelola risiko dengan baik untuk menghindari kerugian yang signifikan.




