KreAsik – 11 Juni 2026 | Layanan pencucian uang kripto AudiA6 yang diduga melakukan kegiatan ilegal dengan mengenakan biaya 5% telah dibongkar oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ). Dua orang, Ruslan Tkachuk dan Alexander Ledenev, ditangkap di Batumi, Georgia, atas tuduhan konspirasi pencucian uang dan pencucian uang.
Analisis blockchain menunjukkan bahwa dompet AudiA6 telah menerima sekitar 10.333 Bitcoin (BTC) sejak 2021, dengan nilai sekitar $389,7 juta pada saat transaksi. Namun, hanya 393,39 BTC, senilai sekitar $19,2 juta, yang berasal langsung dari pasar gelap, kelompok ransomware, dan layanan cybercrime.
Operasi internasional yang melibatkan beberapa negara berhasil membongkar infrastruktur AudiA6. Otoritas berhasil menargetkan server dan domain di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Islandia, Jerman, dan Perancis. Mereka juga memblokir akun Telegram, membekukan aset kripto, dan menyita perangkat digital.
Baca Juga:
Situs web AudiA6 dan Dark2Web sekarang menampilkan spanduk penyitaan, mirip dengan takedown pasar gelap sebelumnya. DOJ juga telah menangkap dua warga negara Rusia atas tuduhan pencucian uang senilai $1 miliar dan mengejar skema pencucian uang senilai $1 miliar dari Venezuela.
Setiap terdakwa menghadapi hukuman penjara hingga 20 tahun jika terbukti bersalah. Proses ekstradisi di Georgia akan menentukan seberapa cepat kasus ini mencapai pengadilan di Philadelphia.
Kasus ini menunjukkan upaya otoritas untuk memerangi kegiatan ilegal yang menggunakan kripto sebagai sarana pencucian uang. Dengan demikian, penting untuk meningkatkan kesadaran dan kerja sama internasional untuk mencegah kegiatan ilegal tersebut.




