Arthur Hayes HYPE Ganda Investasi: Beli Token Senilai $1,1 Juta Setelah 3 Bulan Henti

Author Image

Terbit

28 April 2026, 04:30 WIB

Arthur Hayes HYPE Ganda Investasi: Beli Token Senilai $1,1 Juta Setelah 3 Bulan Henti
Arthur Hayes HYPE Ganda Investasi: Beli Token Senilai $1,1 Juta Setelah 3 Bulan Henti

KreAsik – 28 April 2026 | Arthur Hayes, salah satu pendiri platform derivatif kripto terkemuka BitMEX, kembali menambah posisi pada token Hyperliquid (HYPE) dengan pembelian senilai kira-kira satu setengah juta dolar AS. Transaksi sebesar $1,1 juta mencakup 26.022 token HYPE dan menandai akumulasi pertamanya setelah jeda tiga bulan, mengindikasikan rasa percaya diri yang kembali tumbuh di tengah volatilitas pasar aset digital.

Hayes sebelumnya mengumumkan target harga $150 per token HYPE untuk Agustus 2026, yang berarti potensi kenaikan sekitar 266 persen dari level harga saat ini. Prediksi tersebut didasarkan pada model pendapatan Hyperliquid yang unik, di mana 97 persen dari fee perdagangan dialokasikan kembali untuk mekanisme buy‑back dan pembakaran token. Sistem deflasi ini mengikat nilai token secara langsung pada volume transaksi di platform, sehingga meningkatkan daya tarik bagi investor yang mengincar apresiasi jangka panjang.

Di sisi institusional, minat terhadap HYPE juga menunjukkan tanda positif. Bitwise baru‑baru ini mengajukan pernyataan pendaftaran yang telah direvisi kepada SEC, menambahkan ticker BHYP dengan biaya manajemen sebesar 0,67 persen. Sementara itu, Grayscale mengajukan formulir S‑1 untuk meluncurkan ETF HYPE di Nasdaq dengan ticker GHYP. Kedua langkah tersebut biasanya menjadi sinyal bahwa peluncuran produk investasi resmi berada di jalur yang tepat, dan dapat membuka pintu masuk modal institusional dalam skala besar.

Dari perspektif performa pasar, token HYPE tercatat sebagai salah satu aset kapitalisasi besar terkuat selama setahun terakhir, mencatat kenaikan sekitar 176 persen menurut data CoinGecko. Namun, dalam 24 jam terakhir harga mengalami penurunan sekitar dua persen, berada di level $40,91 setelah kegagalan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Penurunan tersebut mencerminkan sensitivitas token terhadap dinamika geopolitik serta sentimen makro yang masih rapuh.

Volume perdagangan di ekosistem terdesentralisasi juga mengalami kontraksi. Total volume spot DEX pada bulan Maret turun hampir 24 persen menjadi $212 miliar, level terendah sejak Oktober 2024. Volume perpetual DEX menurun menjadi $699 miliar, jauh di bawah puncaknya pada Oktober 2025. Meskipun Hyperliquid masih memimpin segmen perpetual, tren penurunan selama lima bulan terakhir menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan mekanisme buy‑back yang bergantung pada fee perdagangan. Jika aktivitas trading terus melambat, kemampuan platform untuk mendukung deflasi token melalui pembakaran mungkin akan teruji.

Bagaimanapun, akumulasi token oleh figur berprofil tinggi seperti Hayes serta prospek peluncuran ETF dapat menjadi penyeimbang utama bagi tekanan pasar yang melunak. Investor ritel dan institusional kini menantikan apakah kombinasi kebijakan buy‑back, dukungan regulasi, dan minat whale dapat menjaga momentum harga HYPE pada kuartal kedua tahun ini.

Kesimpulannya, langkah Arthur Hayes membeli kembali token HYPE dengan nilai lebih dari satu juta dolar tidak hanya menegaskan keyakinannya pada model bisnis Hyperliquid, tetapi juga menambah sinyal positif bagi para pelaku pasar yang menantikan stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang di sektor kripto.

Related Post

Terbaru