Transaksi DEX di PINTU Melonjak 490 Persen

Riya Sharma

November 5, 2025

2
Min Read

Kreasik — Aplikasi investasi kripto PINTU mencatatkan lonjakan signifikan dalam aktivitas perdagangan aset digital berbasis Decentralized Exchange (DEX). Volume transaksi kategori DEX di platform PINTU meroket hingga 490,06 persen pada kuartal III 2025, menandakan minat yang besar dari investor terhadap instrumen keuangan terdesentralisasi.

Iskandar Mohammad, Head of Product Marketing PINTU, mengungkapkan bahwa token HYPE menjadi primadona di kategori DEX, menyumbang hampir 70 persen dari total volume perdagangan. "Selain itu, jumlah pengguna baru yang membeli token HYPE selama periode Juli-September juga meningkat sebesar 90,65 persen, yang menandakan minat tinggi terhadap proyek berbasis DEX di kalangan pengguna baru PINTU," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/11/2025).

Transaksi DEX di PINTU Melonjak 490 Persen
Gambar Istimewa : blockchainmedia.id

Lebih lanjut, Iskandar menjelaskan bahwa untuk pengguna lama, kategori token dengan volume transaksi tertinggi berasal dari World Liberty Financial Portfolio dengan pertumbuhan 33,73 persen, diikuti Stablecoin Ecosystem yang naik 26,26 persen, serta Layer-1 dengan kenaikan 21,74 persen, yang mencakup ETH, BTC, dan SOL. Sementara itu, kategori dengan pertumbuhan transaksi tertinggi dibandingkan kuartal sebelumnya adalah Parallelized EVM (+106,38 persen), Internet of Things (IoT) (+102,30 persen), dan Centralized Exchange (CEX) (+43,73 persen).

"Data-data ini menunjukkan bahwa aktivitas trading di aplikasi PINTU pada kuartal III-2025 semakin meluas, tidak hanya didominasi oleh aset berkapitalisasi besar seperti ETH, BTC, dan stablecoin, tetapi juga mulai bergeser ke kategori lain," lanjutnya.

Pasar kripto global pada kuartal III 2025 juga menunjukkan tren positif. Meskipun sempat terguncang oleh kebijakan tarif impor AS terhadap produk Tiongkok, kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan meningkat 16,4 persen menjadi USD563 miliar, level tertinggi sejak akhir 2021, menurut laporan Coingecko. Rata-rata volume perdagangan harian global juga melonjak 43,8 persen menjadi USD155 miliar, menandakan pemulihan industri kripto yang didorong oleh arus masuk institusional dan peningkatan likuiditas.

Di Indonesia, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total nilai transaksi kripto dari Januari hingga September 2025 mencapai Rp360,3 triliun, mengindikasikan pertumbuhan yang berkelanjutan di pasar aset digital domestik. Data ini bersumber dari Kreasik.id

Tinggalkan komentar

Related Post