KreAsik – 21 Mei 2026 | Perusahaan antariksa swasta SpaceX telah melakukan pendaftaran Initial Public Offering (IPO) secara diam-diam di bursa efek Nasdaq dengan kode ticker SPCX. Meskipun demikian, perusahaan ini masih mengalami kerugian sebesar $4,28 miliar di kuartal pertama tahun 2026.
Pendaftaran IPO ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah dan menunjukkan realitas bahwa perusahaan ini masih membutuhkan banyak modal untuk mengembangkan teknologi antariksanya. Pendapatan SpaceX di kuartal pertama tahun 2026 mencapai $4,69 miliar, namun kerugian besar tersebut masih menjadi tantangan bagi perusahaan ini.
SpaceX berencana untuk mengumpulkan dana sebesar $75 miliar melalui IPO ini dan memiliki valuasi sebesar $1,75-$2 triliun. Perusahaan ini juga berencana untuk melakukan stock split 5-1 untuk membuat sahamnya lebih terjangkau bagi investor ritel.
Baca Juga:
Hasil kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang kuat, dipimpin oleh perluasan pelanggan Starlink dan peningkatan kapasitas peluncuran Falcon 9. Namun, kerugian besar tersebut disebabkan oleh biaya pengembangan Starship, infrastruktur AI, dan pengeluaran modal lainnya.
Analisis menunjukkan bahwa pendapatan penuh tahun 2025 diperkirakan sebesar $18,5 miliar dengan dinamika profitabilitas yang sama di tahun 2026. Perusahaan ini juga berencana untuk melakukan roadshow pada tanggal 4 Juni dan penentuan harga saham pada tanggal 11 Juni.
Setelah IPO, Elon Musk akan tetap menjadi CEO, CTO, dan Ketua Dewan Direksi perusahaan ini. Ia juga akan memegang kendali penuh atas perusahaan ini melalui struktur dual-class saham, di mana saham kelas B memiliki 10 suara untuk setiap saham.
Musk dapat mengontrol perusahaan ini tanpa tekanan dari investor jangka pendek, sehingga memungkinkan perusahaan ini untuk fokus pada misi jangka panjangnya, termasuk misi ke Mars dan pengembangan internet global.
Kesimpulan dari pendaftaran IPO SpaceX ini adalah bahwa perusahaan ini masih membutuhkan banyak modal untuk mengembangkan teknologi antariksanya, namun memiliki potensi pertumbuhan yang besar dan kemampuan untuk mengontrol perusahaan ini tanpa tekanan dari investor jangka pendek.




