Kreasik — PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika (MPMInsurance), anak usaha PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) di sektor asuransi umum, menghadapi tantangan berat pada semester I 2025. Laporan keuangan menunjukkan penurunan pendapatan premi bersih sebesar 21% secara tahunan (year-on-year/yoy), menjadi Rp125 miliar.
Penurunan ini, menurut Group CFO MPMX Beatrice Kartika, terutama disebabkan oleh penurunan kontribusi dari lini bisnis asuransi kendaraan bermotor. Hal ini sejalan dengan tren penurunan pembiayaan leasing. Selain itu, produk asuransi properti dan lini lainnya juga mengalami koreksi, mencerminkan kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil.

Akibatnya, pendapatan underwriting bersih MPMInsurance menyusut 32% yoy. Meskipun demikian, perusahaan berhasil menekan beban klaim bersih pada produk properti dan lini lainnya sebesar 4% yoy.
Di tengah tekanan pada pendapatan premi, MPMInsurance mencatatkan kinerja positif dari sisi investasi. Pendapatan investasi meningkat 24% yoy menjadi Rp20 miliar. Kenaikan ini didorong oleh strategi pengelolaan aset yang lebih konservatif di tengah volatilitas pasar.
Kinerja MPMInsurance sejalan dengan performa konsolidasi MPMX yang juga mengalami pelemahan. Pendapatan MPMX turun 3% yoy menjadi Rp7,44 triliun, sementara laba operasional merosot 25% menjadi Rp270 miliar. Laba bersih perusahaan terkoreksi 24% menjadi Rp249 miliar, akibat penurunan pendapatan di hampir semua lini bisnis.
Menghadapi situasi ini, manajemen MPMX berfokus pada penguatan fundamental bisnis melalui efisiensi operasional dan optimalisasi strategi investasi. “MPMX akan terus berupaya meningkatkan kualitas aset, berinovasi dalam produk dan layanan, memperkuat tata kelola perusahaan, serta meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan,” jelas Beatrice. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan profitabilitas perusahaan di tengah kondisi pasar yang menantang, seperti yang dilansir Kreasik.id.
Tinggalkan komentar