Modal Kuat Spin Off Dorong Premi Asuransi

Riya Sharma

Februari 6, 2026

2
Min Read

Kreasik — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan optimisme kuat terhadap prospek pertumbuhan premi industri asuransi di Indonesia. Proyeksi ini mengemuka seiring dengan penguatan struktur permodalan perusahaan dan perbaikan kondisi industri secara menyeluruh, yang diperkirakan akan memacu kenaikan premi signifikan pada tahun 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa aset industri asuransi diproyeksikan tumbuh di kisaran 5-7 persen pada periode tersebut.

Berbicara usai Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026), Ogi menyatakan, "Kalau premi harusnya lebih tinggi juga, karena konsolidasinya sudah mulai membaik. Dari segi permodalan juga tahun ini sudah terpenuhi." Ia menambahkan, industri asuransi saat ini berada dalam fase penataan struktural yang krusial, mencakup pemenuhan syarat ekuitas minimum tahap pertama di tahun 2026 serta implementasi kebijakan spin-off asuransi syariah. Langkah-langkah ini diyakini akan memperkokoh daya saing dan membuka peluang ekspansi bisnis yang lebih luas bagi perusahaan asuransi.

Modal Kuat Spin Off Dorong Premi Asuransi
Gambar Istimewa : bursanusantara.com

Meskipun demikian, OJK memilih untuk bersikap hati-hati dalam menyampaikan proyeksi pertumbuhan premi secara spesifik kepada publik. Hingga saat ini, regulator hanya merilis outlook pertumbuhan aset industri asuransi. "Kita hanya memproyeksikan ke publik itu yang asetnya saja," tegas Ogi. Ketika disinggung mengenai potensi pertumbuhan premi yang dapat menembus dua digit, Ogi belum dapat memberikan kepastian. "Preminya, kita belum tahu," pungkasnya, menegaskan sikap kehati-hatian OJK. (Alfi Salima Puteri, Kreasik.id)

Tinggalkan komentar

Related Post