Kreasik — Survei Asia Care Survey 2025 yang dilakukan Manulife mengungkap fakta mencengangkan mengenai kesiapan finansial masyarakat Indonesia dalam menghadapi masa pensiun. Meskipun mayoritas responden menyatakan optimis memiliki bekal yang cukup, namun ketergantungan pada keluarga masih menjadi isu krusial.
Afifa, CEO & President Director PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, menyampaikan bahwa 76% responden Indonesia merasa yakin telah memiliki persiapan finansial yang memadai untuk hari tua. Namun, keyakinan ini diuji lebih lanjut melalui pertanyaan mengenai kemampuan bertahan hidup jika kehilangan pendapatan.

Hasilnya, hanya 51% responden yang mampu bertahan lebih dari setahun tanpa bantuan keluarga, dan hanya 40% yang dapat bertahan lebih dari 1,5 tahun. Data ini mengindikasikan bahwa keyakinan akan kecukupan dana pensiun perlu dievaluasi kembali, mengingat masih banyak masyarakat yang mengandalkan dukungan finansial dari kerabat dan keluarga.
Survei tersebut juga menyoroti tingginya ketergantungan pada keluarga. Sebanyak 87% responden yakin dapat memperoleh bantuan dari keluarga atau kerabat dalam waktu singkat. Namun, 13% responden, terutama di kalangan pensiunan (16%), merasa tidak yakin akan adanya dukungan finansial dari keluarga.
Fenomena sandwich generation, di mana seseorang menanggung beban finansial orang tua dan anak sekaligus, menjadi perhatian utama. Alfa mengingatkan pentingnya perencanaan keuangan yang matang untuk menghindari kondisi tersebut. Masyarakat perlu mulai menghitung dengan cermat dan mengambil langkah-langkah strategis untuk mengamankan masa depan finansial mereka.
Tinggalkan komentar