KB Bukopin Finance Bidik Pasar EV dan Ritel

Riya Sharma

November 6, 2025

2
Min Read

Kreasik — Industri pembiayaan Tanah Air diramaikan dengan langkah ekspansif KB Bukopin Finance yang membidik sektor kendaraan listrik (EV) dan ritel. Langkah ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan industri otomotif yang mencapai 12% pada tahun 2025, didorong oleh ekosistem EV yang semakin matang.

KB Bukopin Finance secara resmi memasuki pasar pembiayaan EV sejak awal tahun 2025, menandai komitmen perusahaan terhadap pembiayaan berkelanjutan. Direktur Utama KB Bukopin Finance, Hendra Gunawan, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan wujud peran aktif dalam membangun ekosistem pembiayaan hijau.

KB Bukopin Finance Bidik Pasar EV dan Ritel
Gambar Istimewa : www.atatus.com

"Kami melihat pertumbuhan EV sebagai peluang sekaligus tanggung jawab untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Melalui pembiayaan ramah lingkungan, kami ingin memberikan akses pembiayaan yang mudah, kompetitif, dan berkelanjutan," ujar Hendra.

Produk pembiayaan hijau yang diluncurkan KB Bukopin Finance menyasar mobil dan motor listrik, baik di segmen ritel maupun korporasi. Suku bunga yang ditawarkan diklaim kompetitif dengan proses yang efisien. Perusahaan juga meningkatkan kerja sama dengan diler untuk memperluas pangsa pasar pembiayaan EV.

Selain itu, KB Bukopin Finance menjalin kemitraan strategis dengan platform digital yang terintegrasi dengan layanan transportasi online. Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung pengadaan EV yang akan disewakan kepada mitra pengemudi.

Di sisi lain, KB Bukopin Finance tetap fokus meningkatkan penyaluran pembiayaan di sektor korporasi melalui pendekatan Business-to-Business-to Consumer (B2B2C). Perusahaan juga mengembangkan pembiayaan ritel dengan target utama pembiayaan mobil bekas, mobil baru, dan pembiayaan multiguna.

Strategi diversifikasi ini membuahkan hasil positif. Hingga September 2025, aset KB Bukopin Finance melonjak 66% menjadi Rp1,08 triliun. Penyaluran pembiayaan mencapai Rp660 miliar, 115% dari target yang ditetapkan. Pendapatan juga meningkat dua kali lipat menjadi Rp65,93 miliar, sementara laba bersih naik 49% menjadi Rp13,6 miliar.

"Kenaikan laba ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengelola pertumbuhan bisnisnya dengan efektif dan meningkatkan efisiensi operasional," jelas Hendra.

KB Bukopin Finance juga mengaktifkan kembali sejumlah kantor cabang sebagai Point of Sales (POS) dan berencana membuka dua POS baru di Tangerang dan Surabaya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan volume pembiayaan dan memperkuat hubungan dengan konsumen di berbagai daerah, seperti yang dilansir dari Kreasik.id.

Tinggalkan komentar

Related Post