KreAsik – 02 Juni 2026 | Harga minyak dunia melonjak mendekati $100 per barel pada Senin setelah Iran memutuskan untuk menghentikan semua perundingan nuklir dengan Amerika Serikat dan mengancam untuk menutup Selat Hormuz, sehingga membangkitkan kembali kekhawatiran tentang kemungkinan krisis energi.
Harga minyak WTI melompat sekitar 8% menjadi $96,14, sementara harga minyak Brent berada di dekat $100, karena Tehran menuntut agar Israel menghentikan operasi militernya di Lebanon dan Gaza sebagai syarat untuk melanjutkan perundingan.
Keputusan Iran untuk mundur dari perundingan dengan AS ini kemungkinan akan mempengaruhi harga minyak dunia dan memperburuk kekurangan pasokan minyak yang sudah dialami oleh produsen minyak di Teluk.
Baca Juga:
Pemerintah Iran menyatakan bahwa mereka tidak akan melanjutkan perundingan dengan AS sampai Israel menghentikan operasi militernya di Lebanon dan Gaza. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa krisis energi dapat semakin parah jika Iran benar-benar menutup Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting untuk transportasi minyak.
Analisis menyatakan bahwa penutupan Selat Hormuz dapat meningkatkan harga minyak melewati $100 per barel dan memperburuk kekurangan pasokan minyak yang sudah dialami oleh produsen minyak di Teluk. Dalam 48 jam ke depan, akan terlihat apakah Presiden AS dapat menekan Perdana Menteri Israel untuk mengurangi operasi militernya di Lebanon atau apakah Iran akan melanjutkan ancamannya untuk menutup Selat Hormuz.
Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa harga minyak dunia dapat terus meningkat jika krisis energi semakin parah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk menyelesaikan krisis ini dan memastikan kestabilan pasokan minyak dunia.




