Goldman Sachs Prediksi Fed Tidak Akan Naikkan Suku Bunga Hingga Desember

Author Image

Terbit

10 Mei 2026, 20:26 WIB

Goldman Sachs Prediksi Fed Tidak Akan Naikkan Suku Bunga Hingga Desember
Goldman Sachs Prediksi Fed Tidak Akan Naikkan Suku Bunga Hingga Desember

KreAsik – 10 Mei 2026 | Goldman Sachs baru-baru ini memperbarui prediksinya terkait keputusan Federal Reserve (Fed) tentang suku bunga. Menurut mereka, Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini hingga Desember 2026, sebelum melakukan pemotongan suku bunga pada Desember 2026 dan Maret 2027.

Perubahan prediksi ini disebabkan oleh harapan inflasi yang lebih tinggi daripada target 2% yang ditetapkan oleh Fed. Goldman Sachs memperkirakan bahwa inflasi inti PCE (Personal Consumption Expenditures) akan tetap tinggi sepanjang tahun 2026, sekitar 3%, karena biaya energi yang masih tinggi.

Ekonom Amerika Serikat di Goldman Sachs berpendapat bahwa untuk melakukan pemotongan suku bunga, harus ada pembacaan bulanan yang lebih dingin dan data tenaga kerja yang lebih lemah terlebih dahulu.

Komite Federal Open Market Committee (FOMC) baru-baru ini memutuskan untuk mempertahankan suku bunga federal pada kisaran 3,50% hingga 3,75% pada pertemuan terakhir mereka. Keputusan ini diambil dengan empat suara menentang, yang merupakan jumlah suara menentang terbanyak sejak tahun 1992.

Prediksi Goldman Sachs ini memiliki dampak pada pasar kripto, karena pemotongan suku bunga yang tertunda dapat mengurangi likuiditas yang mengalir ke aset berisiko seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Alat FedWatch CME memperkirakan kemungkinan Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 17 Juni sebesar 93,4%.

Mata uang dolar yang lebih kuat terkait dengan outlook ini cenderung mengompres valuasi kripto secara umum. Altcoin biasanya menyerap penjualan terberat ketika likuiditas mengencang. Namun, narasi Bitcoin sebagai hedge inflasi bisa kembali mendapatkan traksi jika tekanan harga energi meningkat lebih lanjut.

Pelaku pasar sekarang menunggu data PCE yang akan datang dan keputusan FOMC pada 17 Juni untuk sinyal arah selanjutnya. Perubahan bahasa Fed yang lebih hawkish bisa meningkatkan tekanan pada posisi kripto spekulatif menjelang kuartal ketiga.

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar keuangan telah menyaksikan volatilitas yang signifikan, terutama terkait dengan keputusan moneter Fed. Prediksi terbaru dari Goldman Sachs menambahkan kompleksitas pada prospek ekonomi dan pasar keuangan, serta menyoroti pentingnya memantau perkembangan inflasi dan kebijakan moneter.

Kesimpulan dari prediksi Goldman Sachs ini adalah bahwa investasi dan keputusan keuangan harus dibuat dengan mempertimbangkan kemungkinan perubahan suku bunga di masa depan. Dengan memahami dinamika ekonomi dan kebijakan moneter, investor dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan mengoptimalkan portofolio mereka.

Related Post

Terbaru