ECB Tolak Proposal Euro Stablecoin, Khawatir Risiko Pemberian Kredit Bank

Author Image

Terbit

25 Mei 2026, 07:30 WIB

ECB Tolak Proposal Euro Stablecoin, Khawatir Risiko Pemberian Kredit Bank
ECB Tolak Proposal Euro Stablecoin, Khawatir Risiko Pemberian Kredit Bank

KreAsik – 25 Mei 2026 | Bank Sentral Eropa (ECB) telah memperingatkan menteri keuangan Uni Eropa bahwa ekspansi euro stablecoin dapat membawa risiko serius bagi bank. Pejabat ECB menyatakan bahwa penerbitan yang lebih luas dapat mengurangi kemampuan pemberian kredit dan melemahkan efektivitas keputusan suku bunga ECB.

Peringatan ini datang setelah lembaga pemikir Bruegel di Brussel menyebarkan makalah pada pertemuan pejabat keuangan Uni Eropa. Makalah tersebut menyerukan persyaratan likuiditas yang lebih longgar untuk penerbit stablecoin dan akses potensial ke pendanaan bank sentral.

Keputusan ECB tersebut menyasar langsung pada risiko migrasi deposito, di mana pasar stablecoin yang lebih besar akan menarik tabungan ritel away dari bank komersial. Hal ini akan meninggalkan bank dengan kemampuan pemberian kredit yang lebih rendah, sehingga mengencangkan kondisi peminjaman di seluruh zona euro.

Pertumbuhan mata uang digital swasta juga mempersulit kebijakan suku bunga, menurut pejabat ECB. Ketika tabungan disimpan dalam stablecoin daripada rekening bank, keputusan suku bunga ECB memiliki dampak yang lebih kecil. Transmisi kebijakan moneter sangat bergantung pada aktivitas dalam sistem pemberian kredit yang didukung deposito.

ECB sebelumnya telah mencari aturan MiCA yang lebih ketat untuk stablecoin, bukan yang lebih longgar. Peringatan terbaru ini memperpanjang posisi tersebut langsung ke menteri keuangan Uni Eropa.

Pertumbuhan token yang didukung dolar juga mempersulit debat tentang stablecoin. Makalah Bruegel tersebut dimotivasi oleh cengkeraman yang semakin kuat dari token yang didukung dolar di pasar crypto global. Lembaga pemikir tersebut berargumen bahwa aturan Uni Eropa yang ketat di bawah MiCA telah meninggalkan penerbit Eropa tidak mampu bersaing.

Hal ini digambarkan sebagai bentuk ‘dolarisasi digital’ yang dapat memperdalam dominasi dolar dalam keuangan internasional. Pejabat Uni Eropa telah memperingatkan secara terpisah bahwa pertumbuhan stablecoin yang didukung dolar dapat mengerosi peran euro dalam transaksi lintas batas.

Presiden ECB, Christine Lagarde, telah menggambarkan euro digital sebagai prioritas strategis untuk infrastruktur keuangan Eropa. Namun, rencana sektor swasta tidak terhambat. Sembilan bank sedang mempersiapkan peluncuran stablecoin euro MiCAR pada 2026, dan para pembuat kebijakan Uni Eropa telah mendebatkan kemungkinan mempermudah MiCA untuk meningkatkan posisi penerbit Eropa.

Pertarungan antara kekhawatiran stabilitas keuangan dan tekanan persaingan dari token dolar belum memiliki solusi yang jelas. Bagaimana para menteri ultimately memutuskan akan kemungkinan besar menentukan arah regulasi aset digital Eropa.

Kesimpulan dari perdebatan ini menunjukkan bahwa ECB memiliki kekhawatiran yang signifikan terhadap ekspansi stablecoin euro dan potensi risikonya terhadap sistem perbankan. Oleh karena itu, penting untuk mencari solusi yang seimbang antara kebutuhan akan inovasi keuangan dan kebutuhan akan stabilitas keuangan.

Related Post

Terbaru