Kreasik — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) gencar mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya asuransi sebagai bagian integral dari perencanaan keuangan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya terkait produk bancassurance yang ditawarkan Danamon.
Yulius Ardi, Head of Wealth Management Danamon, menekankan bahwa pemahaman tentang asuransi sebagai instrumen manajemen risiko pribadi masih sangat rendah di Indonesia. Padahal, asuransi memegang peranan krusial dalam mewujudkan tujuan finansial jangka panjang.

Yulius menjelaskan, dalam mencapai tujuan keuangan, masyarakat dapat menggunakan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound). Asuransi menjadi pilar penting dalam metode ini, khususnya dalam mengamankan aset dan rencana keuangan dari risiko tak terduga.
Perencanaan keuangan yang komprehensif, menurut Yulius, meliputi empat tahapan utama. Pertama, plan atau merencanakan tujuan keuangan, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Kedua, grow atau mengembangkan dana melalui usaha, investasi, dan pengelolaan keuangan yang bijak. Ketiga, secure atau mengamankan diri dari risiko kehidupan seperti sakit, kecelakaan, atau cacat tetap melalui asuransi. Terakhir, preserve atau melestarikan aset dan mewariskannya kepada generasi penerus.
"Seringkali, masyarakat hanya fokus pada perencanaan dan pengembangan keuangan, tanpa memikirkan pentingnya proteksi. Padahal, asuransi adalah kunci untuk menjaga aset yang telah dibangun dan memastikan rencana keuangan tetap berjalan sesuai tujuan," ungkap Yulius dalam Journalist Class yang diadakan Danamon di Jakarta.
Ia mencontohkan, ketika terjadi kejadian tak terduga seperti kerusakan properti atau kebutuhan perawatan medis mendesak, asuransi dapat membantu menutupi biaya tersebut tanpa menggerus tabungan atau mengganggu rencana keuangan yang telah disusun.
Danamon sendiri menawarkan beragam produk bancassurance melalui kerjasama dengan berbagai perusahaan asuransi jiwa dan umum, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan proteksi nasabah yang beragam.
Tahun ini, Danamon menargetkan perolehan premi bancassurance sebesar Rp1,4 triliun. Meskipun industri asuransi menghadapi berbagai tantangan, Yulius optimis bahwa hingga pertengahan tahun ini, kinerja lini bisnis bancassurance masih sesuai dengan target yang ditetapkan.
Tinggalkan komentar