Asuransi Kredit P2P Lending Didukung OJK

Riya Sharma

September 18, 2025

2
Min Read

Kreasik — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sinyal positif terhadap pembentukan asuransi kredit yang dirancang khusus untuk industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar). Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat mitigasi risiko pendanaan di sektor yang tengah berkembang pesat ini.

Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari strategi untuk menciptakan ekosistem P2P lending yang lebih aman dan berkelanjutan. "OJK mendukung pembentukan asuransi kredit pindar, khususnya dalam rangka penguatan mitigasi risiko pendanaan," ujarnya, Rabu (17/9/2025).

Asuransi Kredit P2P Lending Didukung OJK
Gambar Istimewa : duniafintech.com

Saat ini, proses pembentukan produk asuransi kredit pindar masih dalam tahap pendalaman. OJK sedang mengkaji skema asuransi kredit yang paling sesuai dengan karakteristik unik industri P2P lending. Hal ini termasuk mempertimbangkan besaran risiko yang dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Nantinya, perusahaan P2P lending diharapkan dapat menawarkan opsi asuransi kepada pemberi pinjaman (lender) sebagai perlindungan terhadap risiko gagal bayar. Dengan demikian, lender akan merasa lebih aman dan percaya diri dalam menyalurkan dana melalui platform P2P lending.

Data OJK menunjukkan bahwa outstanding pembiayaan industri fintech lending terus meningkat. Per Juli 2025, outstanding pembiayaan mencapai Rp84,66 triliun, naik 22,01 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp69,39 triliun.

Meskipun demikian, OJK juga terus memantau tingkat risiko kredit di industri ini. Tingkat Wanprestasi 90 hari (TWP90) per Juli 2025 berada di level 2,75 persen, sedikit menurun dibandingkan Juni 2025 yang sebesar 2,85 persen. Dukungan terhadap asuransi kredit P2P lending diharapkan dapat membantu menekan angka TWP90 dan menjaga stabilitas industri.

Tinggalkan komentar

Related Post