KreAsik – 16 Agustus 2026 | Sumatera Utara baru-baru ini diguncang oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat di daratan Kabupaten Simalungun. Gempa ini membuat warga panik dan berdampak pada beberapa kota di sekitarnya. Namun, di tengah-tengah kejadian alam tersebut, Sumatera Utara juga memiliki tradisi dan budaya yang kaya dan beragam.
Banyak sosok di Sumatera Utara yang terus menjaga tradisi dan budaya daerah melalui berbagai cara, mulai dari merawat kesenian hingga mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda. Mereka menjadi bagian penting dalam mempertahankan identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Salah satu contoh upaya pelestarian budaya adalah Galeri Budaya di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 99 Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Kutepat). Galeri budaya ini merupakan tempat istirahat dan pelayanan jalan tol pertama di Indonesia yang memiliki galeri budaya. Galeri ini dirancang agar pengguna jalan tidak hanya beristirahat, tetapi juga dapat mengenal kekayaan budaya Sumatera Utara.
Baca Juga:
Selain itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara juga berpartisipasi dalam upaya pelestarian budaya dengan mengoperasikan KA Sribilah Fakultatif rute Medan-Rantau Prapat. KA Sribilah Fakultatif ini menawarkan diskon tiket pada hari Kemerdekaan, yaitu 17 Agustus 2026, sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat.
Perjalanan kereta di Sumatera Utara sempat dihentikan sementara akibat gempa bumi, namun setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, jalur kereta dinyatakan aman dan kembali dioperasikan. Gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026 tersebut berkekuatan magnitudo 6,4 dan berpusat di daratan Kabupaten Simalungun.
Kesimpulan, Sumatera Utara memiliki tradisi dan budaya yang kaya dan beragam, serta upaya pelestarian budaya yang terus dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah. Gempa bumi yang terjadi baru-baru ini tidak menghentikan upaya pelestarian budaya, melainkan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kekayaan budaya daerah.



