Monaco Bergolak: Pogba Tinggalkan Klub, Yacht Club Raih Kemenangan Historis

Author Image

Terbit

21 Agustus 2026, 03:25 WIB

Monaco Bergolak: Pogba Tinggalkan Klub, Yacht Club Raih Kemenangan Historis
Monaco Bergolak: Pogba Tinggalkan Klub, Yacht Club Raih Kemenangan Historis

KreAsik – 21 Agustus 2026 | AS Monaco mengumumkan pemutusan kontrak dengan gelandang internasional Prancis, Paul Pogba, lebih awal dari jadwal yang semula berakhir pada Juni 2027. Keputusan ini diambil setelah Pogba hanya menorehkan enam penampilan dalam satu musim karena serangkaian cedera otot yang menghambat performanya. Klub menegaskan rasa terima kasih kepada pemain berusia 33 tahun itu dan berharap yang terbaik untuk kariernya selanjutnya.

Sementara itu, di dunia olahraga lain, Yacht Club de Monaco mencatat prestasi gemilang pada edisi ke-21 balapan Palermo‑Montecarlo. Kapal Black Jack 100, yang dioperasikan oleh kru beranggotakan Tristan Le Brun dan Remon Vos, menembus garis finish pertama dengan waktu 47 jam 27 menit 2 detik, menambah koleksi empat kemenangan beruntun dalam line honours. Keberhasilan ini menambah kebanggaan bagi monarki kecil yang selalu mengedepankan keunggulan maritim.

Keputusan klub sepak bola tidak lepas dari konteks sejarah panjang Monako yang selalu berada di persimpangan antara warisan kerajaan dan prestasi modern. Princess Caroline of Monaco, putri tertua Grace Kelly, pernah berada di posisi kedua dalam garis suksesi berkat sistem primogenitur dengan preferensi laki‑laki yang masih berlaku pada masanya. Sistem serupa masih memengaruhi struktur kepemilikan dan kepemimpinan di klub-klub olahraga, termasuk AS Monaco yang dimiliki sebagian oleh anggota keluarga kerajaan.

Pogba, yang sebelumnya sempat menjalani sanksi larangan bermain akibat kasus doping pada 2023, kembali ke panggung Eropa dengan harapan menghidupkan kembali kariernya di AS Monaco pada musim panas 2025. Namun, cedera yang berulang membuatnya sulit menyesuaikan diri dengan taktik tim yang menuntut kecepatan dan mobilitas tinggi. Dalam pernyataan resmi, klub menegaskan bahwa tujuan awal kerjasama hanya tercapai sebagian, sehingga kedua belah pihak sepakat mengakhiri kontrak lebih awal.

Di sisi lain, keberhasilan Yacht Club de Monaco tidak lepas dari dukungan infrastruktur pelabuhan kelas dunia serta tradisi maritim yang telah terjalin selama dua dekade. Balapan 500 mil laut ini melibatkan 39 kapal dari 11 negara, menempuh rute dari Teluk Mondello, Sisilia, hingga pelabuhan Monako. Meskipun cuaca menantang dengan prediksi angin kencang hingga 80 knot, para kru tetap menunjukkan ketangguhan dan strategi cerdas, terutama dalam mengatasi perubahan arah angin di Selat Bonifacio.

Selain Pogba dan perlombaan laut, Monako juga menjadi sorotan dalam diskusi tentang kesetaraan gender di institusi monarki. Princess Caroline dan Princess Märtha Louise dari Norwegia menjadi contoh nyata bagaimana hukum primogenitur tradisional menghalangi perempuan untuk naik takhta. Namun, perubahan menuju primogenitur absolut kini telah diadopsi oleh beberapa monarki Eropa, menandai era baru yang lebih inklusif.

Kesimpulannya, Monako berada di persimpangan penting antara warisan kerajaan, dinamika olahraga profesional, dan prestasi maritim internasional. Pemutusan kontrak Pogba menandai akhir babak yang kurang memuaskan bagi klub, sementara kemenangan Yacht Club de Monaco menegaskan komitmen wilayah ini terhadap keunggulan kompetitif di laut. Kedepannya, perhatian publik kemungkinan akan tertuju pada bagaimana AS Monaco mengisi kekosongan gelandang berkelas dunia dan bagaimana warisan kerajaan terus memengaruhi identitas budaya serta kebijakan olahraga di kawasan tersebut.

Related Post

Terbaru