KreAsik – 20 Agustus 2026 | Keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga kembali menjadi sorotan utama pasar keuangan, termasuk aset digital. Pada awalnya, keputusan ini menimbulkan optimism di kalangan pelaku kripto, namun dorongan tersebut tidak bertahan lama. Bitcoin, yang sempat menguji level US$65.000, kembali mengalami koreksi hingga berada di sekitar US$63.500.
Platform analitik on‑chain Santiment Intelligence mencatat bahwa pasar kripto awalnya merespons positif keputusan The Fed. Sebelumnya, ekspektasi pasar memperkirakan peluang sekitar 25 % bagi kenaikan suku bunga. Ketika kenaikan tidak terjadi, sentimen terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin, sempat menguat.
“Kripto merespons keputusan jeda suku bunga dengan cukup baik pada awalnya. Namun setelah Bitcoin kembali mendekati US$65.000, harga kemudian turun lagi ke sekitar US$63.500,” ujar analis Santiment dalam laporannya.
Baca Juga:
Respons positif tersebut dapat dijelaskan oleh pengurangan risiko makro. Suku bunga yang tetap berarti biaya pinjaman tidak naik, sehingga tekanan terhadap aset berisiko berkurang. Namun, Santiment menegaskan bahwa keputusan The Fed belum cukup menjadi pendorong utama reli Bitcoin dalam jangka panjang. Setelah sempat mendekati US$65.000, harga kembali turun, menandakan bahwa faktor lain seperti ekspektasi pra‑pengumuman, posisi investor, dan aksi ambil untung turut memengaruhi pergerakan.
Perbandingan dengan Keputusan FOMC Sebelumnya
Santiment membandingkan reaksi pasar kali ini dengan keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 17 Juni, yang juga mempertahankan suku bunga. Pada saat itu, pasar sempat menyambut keputusan secara positif, namun optimisme cepat memudar setelah pengumuman resmi. Banyak pelaku pasar membeli Bitcoin sebelum keputusan, mengikuti pola “buy the rumor, sell the news.” Dalam dua minggu berikutnya, Bitcoin kehilangan sekitar 9 % nilai.
Pertemuan FOMC pada 29 April menunjukkan respons paling kuat. Pada saat itu, Jerome Powell memimpin rapat dan memberikan komentar yang dianggap lunak terhadap likuiditas. Dalam seminggu setelah pertemuan, Bitcoin naik sekitar 9 % hingga mencapai US$82.500. Analisis Santiment menyoroti bahwa narasi likuiditas sangat memengaruhi pasar kripto; ruang likuiditas yang lebih longgar mendorong aset berisiko naik.
Kebutuhan Katalis Baru
Meski keputusan The Fed menghilangkan skenario kenaikan suku bunga, Bitcoin masih memerlukan katalis baru untuk melanjutkan reli. Fokus berikutnya beralih ke regulasi, khususnya CLARITY Act yang sedang dibahas di Kongres Amerika Serikat. Rancangan undang‑undang ini bertujuan memberikan kepastian regulasi bagi industri aset digital, yang diharapkan dapat meningkatkan sentimen investor institusional.
Jika CLARITY Act berhasil memberikan kejelasan hukum, pasar kripto berpotensi memperoleh dorongan signifikan. Sebaliknya, jika proses regulasi terhambat atau hasilnya tidak sesuai harapan, tekanan terhadap harga dapat kembali muncul.
Faktor Makro dan Sentimen Investor
Keputusan The Fed tetap menjadi faktor penting, namun tidak lagi satu‑satunya penentu arah harga Bitcoin. Ekspektasi sebelum pengumuman, posisi beli atau jual investor, serta aksi ambil untung berperan sama pentingnya. Analisis terbaru menunjukkan bahwa ketika Bitcoin mendekati US$65.000, aksi jual cepat menggerus keuntungan, menurunkan harga ke US$63.500.
Ke depan, alur investasi institusional, perkembangan regulasi, kondisi likuiditas global, dan permintaan aset digital akan menjadi penentu utama. Pasar diperkirakan tetap volatil, dengan potensi pergerakan tajam baik ke atas maupun ke bawah tergantung pada berita makro dan kebijakan regulasi.
Secara keseluruhan, keputusan The Fed untuk menahan suku bunga memberikan dorongan sementara bagi Bitcoin, namun koreksi yang terjadi menggarisbawahi keterbatasan dampak kebijakan moneter terhadap pasar kripto. Investor perlu memperhatikan sinyal regulasi seperti CLARITY Act serta dinamika makro ekonomi untuk menilai prospek jangka menengah.




