Andre Cronje Keluar dari Sonic Board, S Token Turun 40%

Author Image

Terbit

20 Juni 2026, 21:19 WIB

Andre Cronje Keluar dari Sonic Board, S Token Turun 40%
Andre Cronje Keluar dari Sonic Board, S Token Turun 40%

KreAsik – 20 Juni 2026 | Andre Cronje, salah satu pendiri Sonic Labs, telah mengundurkan diri dari dewan direksi perusahaan tersebut. Pengunduran dirinya ini terjadi ketika token S sedang mengalami penurunan harga yang signifikan, yaitu sebesar 40% dalam satu bulan terakhir.

Cronje tidak sendirian, dua rekan pendiri lainnya, Michael Kong dan David Richardson, juga mengundurkan diri bersamanya. Mereka masih akan memegang saham perusahaan, tetapi tidak akan lagi terlibat dalam keputusan bisnis.

Pengunduran diri ini terjadi ketika token S sedang mengalami penurunan harga yang signifikan, yaitu sebesar 91% dibandingkan dengan puncaknya pada Januari 2025. Harga token S saat ini sekitar $0.029, yang merupakan rekor rendah.

Dewan direksi baru, dipimpin oleh Matt Visser, telah dipilih untuk mengambil alih peran Cronje dan rekan-rekannya. Visser telah menekankan bahwa perusahaan tidak akan berusaha untuk melakukan rebound instan, tetapi akan fokus pada meningkatkan kinerja perusahaan secara bertahap.

Analisis teknis menunjukkan bahwa momentum indicator telah berubah secara negatif, dengan Relative Strength Index (RSI) berada di bawah 33.25. Harga token S masih berada di bawah trendline menurun dan Moving Average 20 hari.

Sementara itu, perusahaan telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan tergantung pada token S untuk bertahan hidup. Mereka memiliki treasury yang diversifikasi dan tidak memiliki unlock VC.

Pengunduran diri Cronje dan rekan-rekannya telah menimbulkan spekulasi mengenai masa depan perusahaan. Beberapa orang menganggap bahwa keputusan ini adalah langkah yang tepat, sementara yang lain menganggap bahwa ini adalah tanda buruk.

Bagaimana perusahaan akan berubah di masa depan masih belum jelas. Namun, satu hal yang jelas adalah bahwa pengunduran diri Cronje dan rekan-rekannya telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor dan penggemar perusahaan.

Related Post

Terbaru