Padang, Kreasik – Hujan deras mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Senin (3/8/2026) pagi hingga sore memicu banjir padang yang merendam permukiman dan jalan. Tim gabungan BPBD, SAR, dan petugas terkait mengevakuasi warga dengan perahu karet karena genangan di sejumlah titik mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.
Inti artikel
- Evakuasi berlanjut hingga malam meski hujan mulai reda di beberapa lokasi
- Intensitas hujan tinggi dilaporkan turun sejak sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB dan berlanjut hingga sore
- Kantor SAR Padang dan BPBD menyebut curah hujan yang panjang membuat sungai meluap dan genangan masuk ke rumah serta ruas utama
Menurut pantauan Kreasik, banjir meluas ke minimal tiga kecamatan utama dan membawa material kayu gelondongan serta menghanyutkan kendaraan. Evakuasi berlanjut hingga malam meski hujan mulai reda di beberapa lokasi.
Baca Juga:
Penyebab banjir di Kota Padang
Intensitas hujan tinggi dilaporkan turun sejak sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB dan berlanjut hingga sore. Kantor SAR Padang dan BPBD menyebut curah hujan yang panjang membuat sungai meluap dan genangan masuk ke rumah serta ruas utama.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Ricky Januar, menjelaskan banjir meluas karena hujan di wilayah hulu, termasuk kawasan Kabupaten Solok. Air bah di beberapa daerah terdampak mencapai 2,5 meter. Sejak genangan di atas satu meter, peringatan dikeluarkan dan tim diterjunkan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mencatat hujan lebat berdurasi panjang memicu genangan di permukiman dan jalan. Data BPBD menyebut dampak di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Bungus Teluk Kabung, dengan rincian kelurahan seperti Lapau Munggu, Komplek Wahana, Aia Pacah, dan lima kelurahan di Bungus.
Korban dan dampak evakuasi
Warga di Perumahan Wahana 2 Rimbo Tarok, Kecamatan Kuranji, terjebak di rumah. Video lapangan memperlihatkan mobil minibus terendam air keruh. Di DAS Guo, air sungai menerjang jalan dan permukiman; pelajar serta warga sempat terjebak.
Gelondongan kayu hanyut di Batang Kuranji hingga kawasan Siteba. Di Taluk Sikumbang, Kelurahan Sungai Lareh, Koto Tangah, air masuk rumah setinggi tumit orang dewasa. Kawasan Lubuk Minturun, Sungai Sapih, dan Kurao Pagang juga tergenang; akses lalu lintas terputus di sejumlah ruas.
Malam hari, tim SAR gabungan mengevakuasi lima orang di Air Pacah, Koto Tangah: tiga dewasa dan dua balita dengan perahu karet sekitar pukul 21.10 WIB. Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan proses malam itu lanjutan evakuasi siang. “Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar, sampai saat ini kondisi hujan juga sudah mulai reda,” ujarnya.
Di Kecamatan Nanggalo, genangan parah di Tabing Banda Gadang, Lapai, dan Gurun Laweh. Kecamatan Pauh dan Bungus Teluk Kabung juga terdampak luas, termasuk Jalan TMMD, Perumahan Abraka, Pasar Pagi, dan Perumnas Cindakir. BNPB mengonfirmasi arus deras sempat menghanyutkan kendaraan bermotor. Sekitar 80 KK di Lapau Munggu mengungsi dan membutuhkan logistik.
Imbauan tim SAR waspada bencana
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menyatakan tim dilengkapi perahu karet untuk memindahkan warga yang terjebak ke tempat aman. “Tim diturunkan untuk memberikan pertolongan dan penanganan terhadap warga Padang yang terdampak banjir,” katanya. Ia mengimbau masyarakat tetap berhati-hati karena hujan masih berpotensi turun.
Abdul Muhari dari BNPB meminta warga di wilayah rawan memantau informasi resmi pemerintah daerah dan BPBD, serta mengikuti arahan evakuasi. Peringatan dini BMKG terkait bibit siklon tropis 94W di Laut Filipina disebut berpotensi meningkatkan hujan lebat di Sumatera bagian barat periode 3-5 Agustus 2026.
Kreasik mencatat imbauan itu relevan bagi warga yang tinggal di dekat aliran sungai: jangan kembali ke rumah jika genangan belum surut, amankan barang berharga ke lantai lebih tinggi, dan hindari menyeberangi arus deras.
Update banjir hingga malam hari ini
Hingga malam Senin, genangan masih terlihat di sejumlah kecamatan meski hujan di beberapa titik mereda. Pendataan korban jiwa dan kerugian materiil masih berjalan di BPBD Kota Padang. Wali kota dilaporkan mengerahkan seluruh OPD untuk penanganan.
Titik rawan yang berulang disebut media meliputi Kuranji (Lapau Munggu, Guo, Kampung Tanjung, Korong Gadang), Koto Tangah (Air Pacah, belakang RSUD, Green Mandiri), dan Bungus Teluk Kabung di lima kelurahan. Sebagian laporan menyebut genangan di 15 titik dengan fasilitas kesehatan ikut terendam.
Bagi pembaca di luar Padang, situasi ini menandakan drainase dan respons cepat di DAS Batang Kuranji masih diuji setiap hujan ekstrem. Pantau update BPBD setempat sebelum beraktivitas di jalur yang sempat terputus.






