KreAsik – 30 Juni 2026 | Kantor Super Micro Computer Inc. di Taiwan dilakukan razia oleh otoritas setempat pada hari Senin, sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung terkait dengan penyelundupan chip AI Nvidia ke Tiongkok menggunakan server perusahaan tersebut. Berita ini menyebabkan saham SMCI anjlok.
Kejadian ini terjadi setelah kantor Keelung District Prosecutors Office melakukan pencarian di tempat tinggal enam orang dan tiga perusahaan afiliasi, termasuk operasi lokal Super Micro. Jaksa juga memanggil beberapa orang untuk diwawancarai.
Distributor Albatron Technology mengkonfirmasi bahwa mereka telah dicari dalam sebuah pengajuan regulasi dan melaporkan tidak ada dampak keuangan atau operasional yang signifikan. Operator pusat data Chief Telecom juga termasuk dalam daftar lokasi yang dikunjungi.
Baca Juga:
Penyelidikan ini merupakan lanjutan dari operasi yang dilakukan pada bulan Mei 2026, yang mencakup 12 lokasi dan menghasilkan penyitaan sekitar 50 server Super Micro yang berisi chip Nvidia terlarang. Tindakan tersebut ditujukan untuk memfasilitasi pemalsuan dokumen terkait ekspor.
Super Micro sebelumnya telah menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan otoritas Taiwan dan tidak didakwa sebagai perusahaan dalam tahap awal penyelidikan. Perusahaan tersebut belum merespons permintaan komentar terkait perkembangan terbaru.
Kasus ini mencerminkan tekanan berkelanjutan dari Amerika Serikat untuk membatasi akses Tiongkok ke semikonduktor AI canggih karena kekhawatiran keamanan nasional. Taiwan, sebagai pusat manufaktur semikonduktor dan perakitan server yang penting, belum menganggap ekspor chip AI ke Tiongkok sebagai kejahatan tersendiri.
Otoritas saat ini mengandalkan hukum yang meliputi pemalsuan dokumen. Taipei aktif mempertimbangkan legislasi untuk mengkriminalisasi ekspor tersebut secara langsung, yang akan menyediakan alat penegakan hukum yang lebih kuat.
Penyitaan terbaru ini menyoroti peningkatan pengawasan terhadap distribusi hilir dalam rantai pasokan AI. Pembaruan lebih lanjut dari jaksa atau Super Micro dapat memperjelas ruang lingkup dan kemungkinan biaya.
Bagi investor, perkembangan ini menambahkan risiko kepatuhan bahkan ketika permintaan server AI tetap kuat. Reaksi saham SMCI menunjukkan bagaimana headline regulasi terus mempengaruhi sentimen di sektor ini.
Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa Taiwan dan Amerika Serikat terus mengawasi dan menindak tindakan penyelundupan chip AI ke Tiongkok, dan perusahaan seperti Super Micro harus waspada terhadap risiko kepatuhan yang terkait dengan ekspor produk mereka.






