KreAsik – 01 Juni 2026 | Google melalui inisiatif Debug, berencana melepas 32 juta nyamuk jantan yang telah diobati dengan bakteri Wolbachia di Florida, Amerika Serikat. Rencana ini bertujuan untuk mengurangi populasi nyamuk penyakit dan mengendalikan penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.
Proposal ini telah diajukan kepada Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) dan sedang menunggu persetujuan. Jika disetujui, pelepasan nyamuk akan dilakukan dalam dua tahun, dengan 16 juta nyamuk dilepas pada tahun pertama dan 16 juta lagi pada tahun kedua.
Nyamuk yang akan dilepas adalah jenis Culex quinquefasciatus yang telah diobati dengan bakteri Wolbachia. Bakteri ini menyebabkan nyamuk jantan menjadi mandul, sehingga ketika mereka kawin dengan nyamuk betina, telur yang dihasilkan tidak akan menetas.
Baca Juga:
Debug menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi untuk memisahkan nyamuk jantan dari betina, serta untuk memantau dan mengontrol pelepasan nyamuk. Teknologi ini memungkinkan pelepasan nyamuk dalam skala besar dan efektif.
Rencana ini juga telah dilakukan di Singapura, dimana Debug bekerja sama dengan Badan Lingkungan Singapura untuk melepas nyamuk yang telah diobati dengan bakteri Wolbachia. Hasilnya menunjukkan penurunan populasi nyamuk penyakit sebesar 80-90% dan risiko penyakit demam berdarah sebesar 70%.
Jika rencana ini disetujui, maka ini akan menjadi contoh pertama penggunaan teknologi AI dalam skala besar untuk mengendalikan penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Selain itu, ini juga akan membuka peluang bagi pengembangan teknologi serupa di masa depan.
Kesimpulan, rencana pelepasan 32 juta nyamuk di Florida oleh Google adalah upaya inovatif untuk mengendalikan penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Dengan menggunakan teknologi AI dan otomatisasi, Debug berharap dapat mengurangi populasi nyamuk penyakit dan mengendalikan penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.




