KreAsik – 14 Juni 2026 | Google baru-baru ini mengajukan gugatan terhadap sebuah jaringan kejahatan siber yang dikenal sebagai "Outsider Enterprise", yang diduga melakukan penipuan tekst berbasis AI.
Perusahaan ini bekerja sama dengan FBI dan beberapa penyedia layanan telekomunikasi seperti AT&T, T-Mobile, dan Verizon untuk memblokir pesan-pesan penipuan tersebut.
Ribuan orang telah menjadi korban penipuan ini, dengan kerugian total mencapai jutaan dolar.
Baca Juga:
Penyelidik telah menemukan bahwa jaringan ini terkait dengan 9.000 situs web palsu dan lebih dari 1 juta URL penipuan.
Pengguna Android telah melaporkan 55.000 pesan spam hanya dalam bulan Mei saja.
Jaringan ini diketahui mengirimkan 2,5 juta pesan dalam periode yang sama.
Kasus ini memiliki implikasi yang lebih luas daripada penipuan tekst biasa, karena AI sekarang memungkinkan pelaku kejahatan untuk melakukan penipuan yang lebih meyakinkan dan sulit dideteksi.
Google telah memasangkan gugatan dengan advokasi kebijakan.
Perusahaan ini mendukung tujuh tagihan bipartisian, termasuk National Strategy for Combating Scams Act dan Stop SCAMS Against Seniors Act.
Google juga menunjukkan bahwa alat pesan mereka sekarang dapat menyaring lebih dari 10 miliar pesan penipuan setiap bulannya.
Detecting scam pada Android juga dapat mengidentifikasi panggilan dan kontak yang mencurigakan secara real-time.
FBI memandang tindakan ini sebagai model untuk pertahanan bersama terhadap penipuan transnasional.
"Pelaku kejahatan semakin menggunakan AI untuk membuat penipuan lebih meyakinkan dan sulit dideteksi," kata Brett Leatherman, Divisi Cyber FBI.
Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa penipuan berbasis AI merupakan ancaman yang serius dan memerlukan kerja sama antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat untuk mengatasiannya.




