Kreasik — XRP mengalami anomali pasar. Pembelian masif senilai US$35 juta gagal mendongkrak harga. Pertanyaannya: apakah ini sekadar anomali atau indikasi manipulasi pasar yang lebih dalam?
Logika di Balik Angka 35 Juta Dolar

Pembelian terstruktur menggunakan strategi TWAP (Time-Weighted Average Price). Tujuannya jelas: mengakumulasi XRP tanpa memicu lonjakan harga. Pola transaksi yang identik menunjukkan satu entitas tunggal di balik aksi ini.
Baca Juga:
Ancaman Dominasi ‘Base’ Market Maker
Kenaikan permintaan seharusnya mendorong harga naik. Namun, market maker secara agresif mengisi kembali order jual. Suplai yang konstan menahan harga, meniadakan efek pembelian besar. Ini mengindikasikan dominasi market maker yang kuat.
Sentimen Bearish Memperparah Keadaan
Tekanan jual dari pasar yang lebih luas memperburuk situasi. Akumulasi XRP tertutup oleh suplai yang terus muncul. Sentimen bearish secara efektif menihilkan dampak positif pembelian besar.
Siapa Dalang di Balik Layar?
Identitas pembeli misterius masih belum terungkap. Motifnya bisa beragam, dari akumulasi jangka panjang hingga stabilisasi harga. Namun, skala dan strategi yang digunakan mengindikasikan pemain besar dengan sumber daya signifikan.
Verdict: Manipulasi Terstruktur, Bukan Anomali
Aksi beli US$35 juta pada XRP bukanlah sekadar anomali pasar. Ini adalah operasi terstruktur yang dirancang untuk mengakumulasi aset tanpa memicu kenaikan harga. Dominasi market maker dan sentimen bearish hanyalah faktor pendukung. Investor perlu mewaspadai potensi manipulasi harga yang lebih dalam. Fokus pada fundamental dan riset mendalam tetap krusial di tengah volatilitas pasar kripto.




