Vitalik Jual ETH: Sinyal Bahaya atau Sekadar Profit?

Author Image

Terbit

26 Februari 2026, 15:08 WIB

Kreasik — Penjualan Ethereum (ETH) oleh Vitalik Buterin, sang pendiri, selalu memicu spekulasi. Terbaru, ia melepas 4.458 ETH senilai $8,92 juta di tengah reli pasar. Apakah ini sekadar aksi ambil untung, atau indikasi kekhawatiran internal terhadap prospek Ethereum?

Logika di Balik Angka 38%

Vitalik Jual ETH: Sinyal Bahaya atau Sekadar Profit?
Gambar Istimewa : cryptoharian.com

Buterin diketahui berencana menjual 16.384 ETH. Penjualan saat ini sudah mencapai 97% dari rencana tersebut. Data on-chain menunjukkan ia telah menjual 15.479 ETH sejak 2 Februari. Rata-rata harga jualnya sekitar $1.999 per ETH. Ini menghasilkan total sekitar $30,94 juta. Sebagian besar dikonversi ke stablecoin.

Pasar Cuek: Momentum Lebih Kuat dari Sentimen?

Anehnya, harga ETH justru naik 7,5% dalam 24 jam terakhir. Bitcoin hanya naik 3,4% pada periode yang sama. Volume perdagangan ETH juga meningkat signifikan. Ini mengindikasikan minat beli yang kuat. Pasar tampaknya mengabaikan aktivitas penjualan Buterin.

Ancaman Dominasi Base: Alasan Tersembunyi?

Meskipun pasar bereaksi positif, penjualan besar-besaran oleh pendiri tetap menjadi perhatian. Bisa jadi Buterin melihat potensi ancaman dari blockchain Layer-2 seperti Base. Base, yang didukung oleh Coinbase, berpotensi menggerogoti pangsa pasar Ethereum. Persaingan ini bisa memengaruhi valuasi ETH dalam jangka panjang.

Level Kritis: $1.990 Jadi Penentu Arah

Secara teknikal, ETH perlu mempertahankan level $1.990. Jika level ini jebol, koreksi lebih dalam sangat mungkin terjadi. Resisten terdekat berada di $2.155 dan $2.214. Selama support bertahan, peluang uji ulang $2.200 tetap terbuka.

Verdict:

Penjualan ETH oleh Vitalik Buterin memang tidak serta merta meruntuhkan harga. Namun, ini bukan sinyal yang bisa diabaikan. Investor perlu mempertimbangkan potensi ancaman dari Layer-2 lain seperti Base. Diversifikasi aset kripto adalah langkah bijak. Jangan terpaku pada satu narasi, apalagi hanya karena sentimen pasar sesaat.

Related Post

Terbaru