KreAsik – 12 Juni 2026 | Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) telah mengusulkan penghapusan Aturan 611 dan 610(e) dari Regulasi NMS, yang telah membentuk struktur pasar ekuitas AS sejak 2005.
Aturan 611, yang biasa disebut sebagai Aturan Perlindungan Pesanan, memerlukan tempat perdagangan, seperti bursa efek dan broker-dealer, untuk mencegah “trade-throughs”, yaitu instance di mana sebuah pesanan dieksekusi pada harga yang lebih buruk ketika harga yang lebih baik tersedia di bursa lain.
Alex Thorn, Kepala Penelitian Galaxy Digital, menyebut aturan ini sebagai “salah satu penghalang struktural terbesar” bagi perdagangan saham token AS di keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Baca Juga:
SEC juga mengusulkan penghapusan Aturan 610(e), yang terkait dengan kuotasi penguncian dan persilangan di pasar ekuitas AS.
Ketua SEC, Paul Atkins, menyatakan bahwa proposal ini bertujuan untuk menyederhanakan struktur pasar dan mengurangi biaya bagi peserta pasar, sambil memungkinkan persaingan, inovasi, dan kekuatan pasar lainnya untuk membentuk evolusi pasar ekuitas yang berkelanjutan.
Thorn berargumentasi bahwa penghapusan aturan ini merupakan “pembukaan besar bagi saham token”. Ia menambahkan bahwa pembuat pasar otomatis (AMM) tidak dapat mematuhi aturan ini karena desainnya.
Tanpa Aturan 611, kewajiban eksekusi pesanan terbaik di tingkat broker akan diatur oleh Aturan FINRA 5310, yang berdasarkan pada prinsip rather than penegakan perdagangan per perdagangan.
Thorn berharap bahwa penghapusan aturan ini akan membuka jalan bagi perdagangan saham token yang lebih luas dan inovatif.
Namun, ia juga menambahkan bahwa masih ada pertanyaan terbuka tentang pendaftaran bursa dan ATS, clearance, dan penyelesaian saham token NMS.
Kesimpulan dari penghapusan Aturan 611 ini adalah bahwa SEC berusaha untuk menyederhanakan struktur pasar dan mengurangi biaya bagi peserta pasar, sambil memungkinkan persaingan dan inovasi yang lebih luas di pasar ekuitas AS.




