KreAsik – 18 April 2026 | Percaya diri para pelaku pasar kripto kembali menguat setelah data terbaru menunjukkan bahwa tingkat pendanaan (funding rate) kontrak perpetual Bitcoin mengalami penurunan tajam hingga level paling negatif sejak awal 2023. Penurunan ini menandakan dominasi posisi short di pasar, sekaligus membuka peluang bagi para bullish untuk menggerakkan harga ke level yang belum pernah tercapai dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Daniel Reis-Faria, CEO ZeroStack, target harga Bitcoin dapat mencapai US$125.000 dalam rentang waktu 30 hingga 60 hari ke depan, sebuah prediksi yang menimbulkan antusiasme sekaligus perdebatan di kalangan analis.
Funding rate merupakan mekanisme yang diterapkan pada kontrak perpetual untuk menyeimbangkan posisi long dan short. Ketika rate berada di angka negatif, para trader yang memegang posisi short menerima pembayaran dari para holder posisi long. Kondisi ini biasanya muncul ketika pasar diperkirakan akan mengalami penurunan, namun dalam konteks Bitcoin saat ini, angka negatif yang ekstrem justru mengindikasikan kelelahan para short seller. Data yang dirilis menunjukkan bahwa rata‑rata mingguan funding rate telah menurun ke level terendah sejak 2023, menandakan bahwa tekanan jual mulai berkurang dan momentum beli dapat mulai menguat.
Para bullish memanfaatkan situasi ini dengan menilai bahwa penurunan funding rate menciptakan kondisi ideal bagi pembalikan tren. Dalam analisis teknikal, level support penting berada di sekitar US$30.000, sementara resistance utama berada di kisaran US$40.000 dan US$50.000. Jika Bitcoin berhasil menembus level resistance tersebut dengan volume perdagangan yang kuat, pola bullish dapat terbentuk dan mempercepat kenaikan harga menuju target ambisius US$125.000. Selain itu, faktor eksternal seperti kebijakan moneter global yang masih mengarah pada suku bunga tinggi, inflasi yang belum terkendali, serta adopsi institusional yang terus meningkat, menjadi pendorong tambahan bagi kenaikan nilai aset kripto.
Baca Juga:
- Faktor fundamental: Permintaan institusional, peningkatan adopsi pembayaran, dan regulasi yang lebih jelas.
- Faktor teknikal: Penembusan resistance di US$40.000 dan US$50.000, serta pola chart bullish seperti ascending triangle.
- Sentimen pasar: Funding rate negatif yang menandakan tekanan short melemah, serta peningkatan volume perdagangan di bursa utama.
Namun, prediksi US$125.000 tidak lepas dari risiko. Volatilitas tinggi tetap menjadi ciri khas pasar kripto, dan berita makroekonomi seperti kebijakan moneter Federal Reserve atau gejolak geopolitik dapat dengan cepat mengubah arah harga. Selain itu, mekanisme liquidasi pada platform derivatif dapat menimbulkan efek domino jika terjadi koreksi mendadak. Oleh karena itu, para investor disarankan untuk tetap menjaga manajemen risiko yang ketat, termasuk penetapan stop‑loss yang realistis dan diversifikasi portofolio.
Dalam perspektif jangka menengah, pencapaian target US$125.000 akan menandakan fase baru bagi Bitcoin, di mana aset ini semakin diperlakukan sebagai “store of value” atau penyimpan nilai yang setara dengan emas digital. Kenaikan signifikan tersebut juga dapat memperkuat legitimasi kripto di mata regulator dan institusi keuangan tradisional, membuka pintu bagi produk keuangan berbasiskan kripto yang lebih kompleks, seperti ETF dan obligasi berbasis Bitcoin. Dampak positifnya tidak hanya dirasakan oleh trader, tetapi juga oleh ekosistem pendukung seperti penambang, pengembang aplikasi DeFi, serta perusahaan yang mulai menerima pembayaran dalam bentuk Bitcoin.
Kesimpulannya, penurunan funding rate ke level paling negatif sejak 2023 memberikan sinyal kuat bahwa tekanan jual sedang melemah, membuka ruang bagi bullish untuk mendorong harga Bitcoin ke level yang belum pernah tercapai dalam dekade terakhir. Dengan target US$125.000 yang diajukan oleh Daniel Reis-Faria, pasar dapat menyaksikan fase akumulasi intensif diikuti oleh rally yang agresif dalam 30‑60 hari ke depan. Meskipun peluang tersebut menjanjikan, investor tetap harus mengedepankan pendekatan yang hati‑hati, mengingat volatilitas dan ketidakpastian makroekonomi yang masih tinggi.




