Kreasik — Harga Pi Network (PI) kembali menunjukkan pelemahan signifikan dalam 24 jam terakhir, jatuh 0,5% ke level $0,224. Penurunan ini memperpanjang tren negatif mingguan sebesar 1,2%, memicu kekhawatiran di kalangan investor. Berbagai faktor fundamental, regulasi, dan teknikal kini bersatu padu, menciptakan tekanan berat yang membebani pergerakan harga PI di awal Desember 2025.
Di tengah volatilitas pasar kripto yang kian intens, Pi Network justru harus berhadapan dengan serangkaian sentimen negatif. Mulai dari pembatasan ketat di Tiongkok, ancaman token unlock berskala besar, hingga indikator teknikal yang menunjukkan tren bearish, semuanya berkontribusi pada narasi yang kurang menguntungkan bagi aset digital ini.

Regulasi China Picu Ketakutan Delisting: Dampak Terbesar bagi PI
Salah satu pemicu utama kemerosotan harga Pi Network datang dari kebijakan Tiongkok. Pada 5 Desember 2025, tujuh institusi keuangan terkemuka di negara tersebut mengeluarkan larangan baru terkait tokenisasi Real World Assets (RWA). Dalam dokumen resmi tersebut, Pi Network secara eksplisit disebut sebagai "koin udara berisiko tinggi", sebuah label yang sangat merugikan reputasi dan prospek proyek.
Pelabelan ini muncul di tengah gelombang penindakan keras pemerintah Tiongkok terhadap seluruh aktivitas terkait kripto. Data menunjukkan peningkatan 37% kasus pencucian uang yang melibatkan aset digital dalam setahun terakhir, mendorong regulator untuk memperketat pengawasan terhadap stablecoin dan platform kripto ilegal.
Dampak langsungnya terasa jelas: bursa-bursa besar seperti OKX dan Gate.io dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menghapus PI dari daftar aset yang diperdagangkan (delisting) demi mematuhi regulasi baru. Volume perdagangan PI memang melonjak 45,9% menjadi $17,6 juta, namun lonjakan ini lebih banyak didorong oleh panic selling di tengah likuiditas yang tipis. Jika salah satu bursa besar benar-benar memutuskan untuk mendelisting PI, pasar berpotensi mengalami tekanan lebih lanjut akibat hilangnya akses perdagangan bagi jutaan pengguna. Investor akan memantau dengan cermat pengumuman resmi dari bursa-bursa tersebut menjelang pertengahan Desember.
Token Unlock 190 Juta PI: Ancaman Inflasi Pasokan
Selain tekanan regulasi, Pi Network juga menghadapi ancaman internal dari ekosistemnya sendiri: jadwal token unlock masif sebesar 190 juta PI, yang setara dengan sekitar $43 juta berdasarkan harga saat ini. Peristiwa unlock ini merupakan salah satu yang terbesar hingga tahun 2027, memicu kekhawatiran serius terkait potensi inflasi pasokan.
Kekhawatiran ini muncul karena:
- Peningkatan pasokan token yang signifikan dapat menekan harga jual.
- Kurangnya kasus penggunaan yang kuat di mainnet Pi Network membuat permintaan sulit mengimbangi pasokan baru.
- Banyak pemegang awal mungkin akan menjual token mereka setelah unlock, menambah tekanan jual di pasar.
Ekosistem Pi juga masih bergulat dengan tantangan klasik: kebutuhan untuk mempercepat proses migrasi ke Mainnet. Hingga saat ini, 15,7 juta pengguna telah berhasil bermigrasi, namun 3 juta lainnya masih terkendala proses KYC (Know Your Customer), menciptakan ketidakseimbangan dalam distribusi token. Investor akan mengamati apakah peningkatan infrastruktur KYC berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat mempercepat proses ini sebelum unlock besar terjadi, yang berpotensi mengurangi dampak negatifnya.
Risiko Penurunan ke $0,18
Dari perspektif teknikal, kinerja Pi Network juga tidak menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Harga PI telah jatuh di bawah level support utama $0,225, yang juga bertepatan dengan level Fibonacci 78,6%. Indikator teknikal mengkonfirmasi tren bearish yang semakin kuat:
- RSI (Relative Strength Index) berada di bawah 30, menandakan kondisi oversold yang ekstrem dan potensi tekanan jual lebih lanjut.
- MACD (Moving Average Convergence Divergence) membentuk bearish cross di bawah garis sinyal, mengindikasikan momentum penurunan yang berkelanjutan.
- Harga PI diperdagangkan di bawah moving average 50 dan 200 hari, memperkuat sentimen bearish jangka pendek dan menengah.
Dengan struktur teknikal seperti ini, area $0,211–$0,223 kini menjadi zona krusial yang akan menentukan arah selanjutnya. Jika PI ditutup di bawah $0,211, algoritma perdagangan otomatis berpotensi memicu target koreksi lebih lanjut hingga ke level $0,18.
PI Masih Tertekan, Level $0,211 Jadi Penentu
Penurunan harga Pi Network bukan sekadar volatilitas pasar biasa. Kombinasi regulasi ketat Tiongkok, ancaman delisting, token unlock berskala besar, serta pelemahan teknikal menempatkan PI dalam posisi yang sangat sulit. Meskipun peningkatan teknologi KYC berbasis AI menawarkan secercah optimisme untuk pertumbuhan jangka panjang, pasar saat ini lebih berfokus pada risiko jangka pendek, terutama menjelang unlock token di bulan Desember.
Menyikapi kondisi ini, investor disarankan untuk terus memantau perkembangan dari bursa-bursa seperti OKX dan Gate.io, serta mencermati perubahan pada indikator RSI dan MACD dalam timeframe harian, guna mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi.
Ikuti Google News Kreasik.id untuk update berita crypto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tinggalkan komentar