KreAsik – 20 Juli 2026 | Oil Price Tops $90 as Iran War Escalates: What It Means for Crypto
harga minyak mentah Brent mencapai level tertinggi sejak Juni menengah setelah perang Iran-Eropa memicu peningkatan harga minyak.
Harga minyak naik lebih dari 3% pada Senin, menjadi puncak tertinggi sejak Juni menengah, karena konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mengancam lalu lintas melalui Selat Hormuz.
Baca Juga:
Amerika Serikat telah menyerang Iran selama delapan malam berturut-turut akhir pekan lalu.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengakhiri gencatan senjata yang telah ditandatangani pada 17 Juni lalu.
Perang ini telah menyebabkan harga minyak melonjak hingga 30% dari level terendah pada awal Juli, yaitu $71.
Harga minyak telah melonjak hingga $91,40 pada pagi Senin ini, meningkat 3,2% dari level sebelumnya, menurut data Trading Economics.
Rally harga minyak ini dipicu oleh kembalinya perang antara Amerika Serikat dan Iran.
Perang ini telah menyebabkan lalu lintas melalui Selat Hormuz menjadi tipis, karena Iran telah menutup Selat Hormuz untuk kapal-kapal yang tidak berwenang.
Kuwait telah melaporkan bahwa Iran telah menghantam fasilitas listrik dan air dua kali dalam dua hari terakhir.
Krisis ini telah menyebabkan harga minyak melonjak hingga $90, yang kemudian berdampak pada inflasi di Amerika Serikat.
BeInCrypto telah melaporkan bahwa krisis minyak ini telah menimbulkan inflasi di Amerika Serikat.
Perang ini juga telah berdampak pada harga saham Bitcoin (BTC), yang telah melonjak hingga 14% dalam seminggu terakhir.
Analisis dari BeInCrypto menunjukkan bahwa perang ini telah berdampak negatif pada harga saham Bitcoin.
Penelitian dari BeInCrypto juga menunjukkan bahwa perang ini telah berdampak negatif pada harga saham, yang telah melonjak hingga 14% dalam seminggu terakhir.
Krisis minyak ini juga telah berdampak pada kebijakan moneter Amerika Serikat.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan meningkatkan tarif pada impor minyak dan gas.
Kebijakan ini telah berdampak pada harga minyak dan gas, yang telah melonjak hingga 30% dalam seminggu terakhir.
Krisis minyak ini juga telah berdampak pada ekonomi global.
Perang ini telah menyebabkan harga minyak melonjak hingga $90, yang kemudian berdampak pada inflasi di Amerika Serikat.
Krisis minyak ini juga telah berdampak pada harga saham Bitcoin (BTC), yang telah melonjak hingga 14% dalam seminggu terakhir.
Analisis dari BeInCrypto menunjukkan bahwa perang ini telah berdampak negatif pada harga saham Bitcoin.
Penelitian dari BeInCrypto juga menunjukkan bahwa perang ini telah berdampak negatif pada harga saham, yang telah melonjak hingga 14% dalam seminggu terakhir.
Krisis minyak ini juga telah berdampak pada kebijakan moneter Amerika Serikat.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan meningkatkan tarif pada impor minyak dan gas.
Kebijakan ini telah berdampak pada harga minyak dan gas, yang telah melonjak hingga 30% dalam seminggu terakhir.
Krisis minyak ini juga telah berdampak pada ekonomi global.
Perang ini telah menyebabkan harga minyak melonjak hingga $90, yang kemudian berdampak pada inflasi di Amerika Serikat.
Krisis minyak ini juga telah berdampak pada harga saham Bitcoin (BTC), yang telah melonjak hingga 14% dalam seminggu terakhir.
Analisis dari BeInCrypto menunjukkan bahwa perang ini telah berdampak negatif pada harga saham Bitcoin.
Penelitian dari BeInCrypto juga menunjukkan bahwa perang ini telah berdampak negatif pada harga saham, yang telah melonjak hingga 14% dalam seminggu terakhir.
Kesimpulan
Krisis minyak ini telah berdampak pada harga minyak, inflasi, dan harga saham Bitcoin.
Perang ini telah menyebabkan harga minyak melonjak hingga $90, yang kemudian berdampak pada inflasi di Amerika Serikat.
Krisis minyak ini juga telah berdampak pada harga saham Bitcoin (BTC), yang telah melonjak hingga 14% dalam seminggu terakhir.




