Kreasik — Kapitalisasi pasar kripto global menyusut 2% menjadi US$ 3,42 triliun. Ethereum, Solana, dan Cardano juga mengalami penurunan signifikan. Sentimen negatif ini dipicu oleh beberapa faktor utama.
Kreasik — Pertama, likuiditas pasar mengering, tercermin dari arus dana masuk yang lemah ke ETF spot Bitcoin dan Ethereum. Open Interest (OI) Bitcoin menyentuh level terendah dalam tujuh bulan, menandakan keengganan investor untuk masuk pasar.

Kreasik — Kedua, likuidasi masif posisi leverage memperparah tekanan jual. Dalam 24 jam terakhir, likuidasi mencapai US$ 612 juta, didominasi oleh posisi long. Rumor serangan terhadap Hyperliquid, platform DEX futures, menambah kepanikan.
Kreasik — Ketiga, secara teknikal, Bitcoin dan altcoin gagal menembus resisten penting. Sementara itu, emas justru mencatat reli, naik 2% menjadi US$ 4.200 per ons, mengindikasikan rotasi modal ke aset safe haven. Pembukaan kembali pemerintahan AS setelah shutdown juga memicu aksi "sell-the-news".
Kreasik — Meskipun pasar sedang tertekan, beberapa analis tetap optimis terhadap prospek bull market kripto 2025. Mereka berharap program Quantitative Easing (QE) yang diperkirakan akan dimulai kembali oleh The Fed bulan depan dapat menjadi katalis positif.
Kreasik — Selain itu, potensi pelemahan reli emas dapat memicu rotasi kembali ke aset digital, mendorong harga kripto naik dalam beberapa pekan mendatang.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi atau trading. Investasi kripto memiliki risiko tinggi, lakukan riset sebelum berinvestasi. Kreasik.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
Judul Alternatif:
- Kripto Kembali Merah, Bitcoin Anjlok ke Level Bawah
- Tekanan Jual Kripto Meningkat, Likuidasi Capai US$ 612 Juta
- Pasar Kripto Berdarah, Investor Panik Jual Aset Digital
- Bitcoin Terkoreksi, Sentimen Negatif Selimuti Pasar Kripto
- QE The Fed Diharap Jadi Penyelamat Pasar Kripto
Tinggalkan komentar