KreAsik – 20 Juni 2026 | Belum lama ini, kredit digital menghadapi tes ketahanan yang sebenarnya, ketika saham preferen MicroStrategy, STRC, mengalami keruntuhan, memicu kritikus menyatakan bahwa aset kelas digital yang didukung Bitcoin telah mati. Namun, data on-chain menceritakan cerita yang berbeda, dengan aktivitas jaringan mencapai tingkat tertinggi dalam beberapa tahun, bahkan saat harga turun.
STRC dirancang untuk menjadi mesin uang yang digunakan oleh Michael Saylor, CEO MicroStrategy, untuk membeli lebih banyak Bitcoin. Saham preferen ini memiliki nilai par $100 dan membayar dividen bulanan yang tinggi, sekitar 12% per tahun. Ketika saham ini diperdagangkan pada atau di atas nilai par, MicroStrategy menerbitkan lebih banyak saham dan mengalihkan uang tersebut ke Bitcoin.
STRC jatuh ke $82,53, turun lebih dari 17% dari harga $100 yang dirancang. Ini memicu tekanan pada MicroStrategy, yang sekarang menghadapi tekanan yang bisa memaksa mereka untuk menjual Bitcoin. Namun, perusahaan ini memiliki cadangan Bitcoin yang cukup untuk membiayai dividen selama beberapa dekade.
Baca Juga:
Kritikus menyatakan bahwa kredit digital telah mati, tetapi analis @therationalroot berpendapat bahwa kegagalan di sini sangat tidak mungkin. Saylor sendiri telah menyatakan bahwa ia merancang STRC dengan menggunakan ChatGPT, dan bahwa saham ini dirancang untuk diperdagangkan di sekitar $100 dengan dividen yang dapat disesuaikan.
Sementara itu, jaringan Bitcoin sendiri tampaknya tidak mati. Indeks Aktivitas Jaringan CryptoQuant telah melampaui tren sejak Januari 2026, dan telah bertahan di atas tren sejak akhir Maret. Ini menunjukkan ekspansi nyata, bukan jaringan yang sunyi.
Transaksi harian dan rata-rata transaksi per blok telah mencapai rekor tertinggi, tetapi sebagian besar transaksi ini berukuran kecil, dengan sekitar 80% transaksi harian bernilai di bawah 0.01 BTC. Ini sebagian besar disebabkan oleh penggunaan OP_RETURN yang terkait dengan proyek token dan inskripsi.
Kesimpulan: Kematian kredit digital yang didukung Bitcoin mungkin telah dinyatakan terlalu dini. Sementara STRC menghadapi tekanan, jaringan Bitcoin sendiri tampaknya masih memiliki denyut nadi. Apakah STRC akan kembali ke nilai par dan aktivitas jaringan akan terus meningkat, atau apakah ini merupakan pertanda akan keruntuhan lebih lanjut, hanya waktu yang akan menentukan.






