Iran Ancam Blokade, Bitcoin Terjun Bebas

Ines Feree

Juni 24, 2025

3
Min Read
Iran Ancam Blokade, Bitcoin Terjun Bebas

Kreasik — Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam hingga di bawah level US$69.000 pada Minggu malam, menyusul pengumuman Iran mengenai potensi penutupan Selat Hormuz, jalur krusial bagi ekspor minyak global. Langkah ini merupakan respons terhadap serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran.

Reaksi pasar langsung terasa, dengan Ethereum (ETH) anjlok 10% ke US$2.180 dan XRP merosot 8% ke US$1,93. Lonjakan volume perdagangan mencerminkan kepanikan pasar dan ketidakpastian yang membayangi prospek aset kripto.

Iran Ancam Blokade, Bitcoin Terjun Bebas
Gambar Istimewa : cryptoharian.com

Selat Hormuz, yang memisahkan Iran dan Oman, merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 25% dari total ekspor minyak dunia. Parlemen Iran telah menyetujui proposal untuk memblokade selat tersebut sebagai balasan atas tindakan militer AS.

Meskipun keputusan akhir berada di tangan militer dan pasukan keamanan Iran, ancaman tersebut sudah cukup untuk mengguncang pasar global. Firma energi ClearView memperingatkan bahwa harga minyak mentah berpotensi melonjak di atas US$77,01 per barel jika tidak ada upaya diplomatik dari AS dan sekutunya.

Pengumuman potensi penutupan Selat Hormuz muncul setelah AS menyerang sejumlah situs nuklir Iran, menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang berkepanjangan antara Iran dan Israel. Jika ancaman ini terealisasi, ini akan menjadi gangguan langsung pertama terhadap pasokan minyak global akibat konflik tersebut.

Pasar kripto terpukul keras. Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir melonjak menjadi US$47,7 miliar, mencerminkan kepanikan investor. BTC kini turun 6,3% dalam seminggu terakhir, dengan kapitalisasi pasar menyusut menjadi US$1,96 triliun.

Ethereum mengalami penurunan 14,3% dalam tujuh hari terakhir, dengan volume perdagangan harian mencapai US$29,5 miliar. XRP juga tertekan oleh ketegangan geopolitik dan masalah regulasi di AS, turun 10,7% dalam seminggu terakhir dengan kapitalisasi pasar US$114 miliar.

Solana (SOL) juga mengalami penurunan 6,4% menjadi US$128,65, dengan penurunan mingguan mendekati 15%. BNB turun 3,9% menjadi US$608. Hanya Tether (USDT) yang stabil di US$1,00 dengan volume perdagangan harian lebih dari US$76 miliar.

Meskipun belum ada tindakan nyata untuk menutup Selat Hormuz, analis tidak meremehkan potensi eskalasi. Eurasia Group memperkirakan Iran mungkin meningkatkan “gangguan terhadap lalu lintas kapal tanker” dalam beberapa hari mendatang. Hal ini saja sudah cukup untuk menakut-nakuti pasar minyak, yang dampaknya langsung terasa pada pasar kripto.

Pemerintah AS merespons dengan keras. Meskipun parlemen Iran hanya menyuarakan dukungan, keputusan untuk menutup Selat Hormuz berada di tangan Garda Revolusi Iran. Hingga saat ini, belum ada tindakan yang diambil, namun ancaman tersebut telah meningkatkan ketegangan antara Teheran dan Washington secara signifikan.

Gregory Brew dari Eurasia Group menyatakan bahwa penutupan Selat Hormuz akan dianggap sebagai “deklarasi perang” terhadap negara-negara Teluk dan AS. Ia menambahkan bahwa Iran, yang ekonominya sudah tertekan, kemungkinan besar tidak akan mengambil langkah sebesar itu, setidaknya untuk saat ini.

Namun, kehadiran militer AS di wilayah Teluk semakin intensif. Jika Iran bertindak, konflik bersenjata dapat terjadi. Bagi investor kripto, ini adalah berita buruk. Selama jalur distribusi minyak terancam, pasar tidak akan tenang. Pasar kripto kini terhubung langsung dengan dinamika energi global.

Wakil Presiden AS JD Vance menekankan bahwa seluruh ekonomi Iran bergantung pada Selat Hormuz. Menurutnya, jika Iran memilih untuk menghancurkan ekonominya sendiri dan menyebabkan kekacauan global, itu adalah pilihan mereka.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi.

Tinggalkan komentar

Related Post