Ethereum Melemah Tipis Pasar Kripto Stagnan

Ines Feree

Desember 15, 2025

3
Min Read

Kreasik — Pergerakan harga Ethereum (ETH) pada hari ini menunjukkan tren pelemahan tipis, seiring dengan kondisi pasar kripto global yang cenderung stagnan. Aset digital terbesar kedua ini diperdagangkan di kisaran $3.111,78 per ETH, mencatatkan penurunan sekitar 0,29% dalam kurun waktu 24 jam terakhir, menandakan tekanan jual yang masih membayangi.

Meskipun koreksi harian tergolong minor, dinamika ini mengindikasikan bahwa sentimen bearish masih memengaruhi pergerakan Ethereum, terutama dalam perspektif jangka menengah. Dengan kapitalisasi pasar yang solid di angka $375,58 miliar, ETH kokoh di posisi kedua aset kripto terbesar dunia. Volume transaksi 24 jam yang mencapai $18,60 miliar juga menunjukkan likuiditas pasar yang sehat, meskipun fluktuasi harga saat ini relatif terbatas.

Ethereum Melemah Tipis Pasar Kripto Stagnan
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Analisis pergerakan harga dalam 24 jam terakhir menunjukkan ETH berfluktuasi antara $3.034,69 dan $3.148,03. Rentang yang sempit ini lazim disebut sebagai fase konsolidasi, di mana pelaku pasar cenderung menahan diri sambil menanti pemicu baru yang dapat mengarahkan tren selanjutnya. Penurunan 0,26% dalam satu jam terakhir dan 0,08% secara mingguan menggarisbawahi bahwa tekanan jual belum masif, namun juga belum ada kekuatan beli yang cukup dominan untuk memicu pemulihan harga yang berarti.

Melihat kinerja historis, Ethereum masih bergulat dalam fase koreksi yang cukup panjang. Dalam 30 hari terakhir, ETH telah turun sekitar 1,97%. Namun, koreksi lebih dalam terlihat pada periode yang lebih panjang, dengan penurunan 22,66% dalam 60 hari dan mencapai 31,19% selama 90 hari terakhir. Kondisi ini menempatkan harga ETH saat ini jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $4.953,73, mengindikasikan sikap hati-hati investor pasca-reli signifikan sebelumnya.

Secara fundamental, Ethereum memiliki pasokan beredar sekitar 120,70 juta ETH. Berbeda dengan Bitcoin yang memiliki suplai terbatas, Ethereum mengadopsi mekanisme pembakaran biaya (EIP-1559) yang efektif mengontrol laju inflasi, khususnya saat volume transaksi jaringan melonjak. Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) ETH yang setara dengan kapitalisasi pasar saat ini, sekitar $375,50 miliar, menunjukkan bahwa valuasi telah mencerminkan seluruh suplai yang ada.

Tekanan terhadap harga ETH dalam beberapa bulan terakhir tak terlepas dari pengaruh sentimen makroekonomi global, seperti kebijakan moneter, fluktuasi suku bunga, dan pergerakan di pasar aset berisiko. Arus modal investor juga terlihat lebih selektif, membatasi potensi reli signifikan pada altcoin, termasuk Ethereum. Kendati demikian, Ethereum tetap menjadi fondasi utama bagi ekosistem DeFi, NFT, dan smart contract, menjadikannya salah satu aset kripto dengan fundamental terkuat. Oleh karena itu, banyak investor jangka panjang cenderung melihat koreksi ini sebagai fase konsolidasi, bukan indikasi perubahan tren struktural yang mendalam.

Untuk jangka pendek, level support krusial bagi ETH berada di rentang $3.000-$3.030, sementara area resistance terdekat terpantau di $3.150-$3.200. Kemampuan ETH untuk bertahan di atas level psikologis $3.000 akan membuka peluang bagi pemulihan teknikal. Namun, jika level tersebut ditembus, potensi penurunan lebih lanjut patut diwaspadai. Dengan harga saat ini di $3.111, Ethereum masih berada dalam fase konsolidasi yang cenderung mengarah pada koreksi jangka menengah. Meskipun tekanan jual belum masif, investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga, volume, dan sentimen pasar global. Fundamental yang kuat tetap menjadikan Ethereum aset menarik untuk jangka panjang, namun kewaspadaan terhadap volatilitas jangka pendek tetap esensial.

Informasi ini disajikan sebagai edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu. Ikuti pembaruan berita kripto terkini melalui Kreasik.id.

Tinggalkan komentar

Related Post